Archive for November, 2009
Devita Sari – detikFood

Sate Vegetarian
Jakarta – Mau makan sate ayam atau kambing tanpa takut kolestrol atau darah tinggi naik? Coba saja nikmati makan siang kali ini dengan sate vegetarian. Sate yang terbuat dari gluten ini rasanya tak kalah dengan sate daging asli, bahkan selain lezat juga lebih menyehatkan. Mau coba?
Buat mereka penganut vegetarian mungkin sudah tak asing dengan sate vegetarian. Sebenarnya apa yang dimaksud dengan vegetarian? Vegetarir adalah sebutan bagi mereka yang menjalankan pola hidup tanpa mengkonsumsi bahan makanan hewani dan memilih untuk mengkonsumsi bahan makanan nabati. Sedangkan vegetarian adalah aliran atau paham yang emnganut gaya hidup tersebut. Nah, oleh sebab itu pula sate vegerarian ini dibuat tidak menggunakan daging asli melainkan gluten.
Pertama-tama gluten yang terbuat dari tepung terigu ini dipotong-potong kecil dan ditusuk lidi. Lalu diberi bumbu-bumbu dan kecap jamur sehingga rasa dan baunya tak jauh beda dengan sate asli lalu dibakar. Gluten yang rasanya berserat seperti daging ini tinggal dibubuhkan kecap manis dan pedas sambal agar rasanya makin enak saja.
Untuk pilihan sate vegetarian ini memiliki bermacam pilihan seperti sate ayam, sate kambing, dan sate babi. Bumbunya juga bisa beragam. Bumbu kelapa, bumbu kacang, bumbu kecap atau pakai bumbu kari. Citarasanya dijamin persis seperti sate dari bahan hewani. Tetapi tak usah khawatir karena semuanya dijamin sehat, halal, dan lezat. Ingin mencicipi sate a la vegetarian siang ini? Berikut restoran yang bisa Anda tuju siang ini:
Hope (House Of Peace)
Vegetarian Cuisine
Jl. Erlangga V No.8, Kebayoran Baru
Jakarta Selatan
Telp: 021-7248108
Citarasa Vegetarian Resto
Boulevard Raya Blok RA 19 No.21
Kelapa Gading, Jakarta Utara
Telp: 021-45843139/40
New Age Cafe
Ruko Grand ITC Permata Hijau
Blok Sapphire No. 28
Jakarta Selatan
Telp: 021-53663287
Tehe Vegetarian
Jakarta Int’l Expo
Pintu 2 JIExpo, Blok J
Jakarta Pusat
Telp: 021-26645577
Rumah Makan Vegetarian Gloria
Jl. Sutera Niaga 1 No.56
Alam Sutera, Tangerang
Telp: 021-539 8406
( dev / Odi )
D’Cost
“Mutu Bintang Lima, Harga Kaki Lima” — itulah slogan dari D’Cost Seafood, salah satu restoran menarik yang dapat Anda kunjungi untuk menikmati sajian seafood atau makanan laut bersama keluarga dan kerabat Anda. Meski harga kaki lima, namun Anda akan menikmati makanan Anda di dalam ruangan restoran dengan suasana modern. Berbagai makanan laut dengan olahan yang lezat dan pelayanan profesional bisa Anda nikmati di sini.
Kumpulan.info – D’Cost Seafood memiliki banyak cabang di kota-kota besar Indonesia. Dimulai dari daerah Kemang, Jakarta, kemudian menyebar ke berbagai lokasi strategis di Jakarta seperti Kelapa Gading, Puri Indah, Bekasi, Cibubur, Cikokol, Depok dan BSD. Di kota-kota besar Indonesia, D’Cost Seafood juga membuka gerai di Bandung, Surabaya, Solo, Bali, Banjarmasin, Pekanbaru maupun Makassar.
Setiap gerai D’Cost Seafood berukuran besar, sehingga cukup menampung banyak orang. Namun jika Anda mengunjungi D’Cost Seafood pada akhir pekan atau hari libur, bersiap-siaplah untuk menunggu tempat kosong. Anda akan dapat menunggu di ruang tunggu yang telah disediakan hingga ada meja yang kosong untuk Anda tempati bersama kerabat dan keluarga.
Setelah Anda mendapatkan meja, para pelayan D’Cost Seafood yang ramah akan segera melayani Anda. Yang cukup unik adalah para pelayan ini dilengkapi dengan PDA sebagai perangkat wajib mereka dalam melayani tamu yang memesan makanan. Setiap pesanan Anda akan langsung dicatat dengan menggunakan PDA yang terhubung secara nirkabel (wireless) dengan dapur dan kasir. Lalu secara online pesanan Anda akan dikirim saat itu juga ke bagian dapur untuk segera menyiapkan makanan yang Anda pesan. Tentu metode ini akan mempercepat waktu tunggu pemesanan makanan Anda.
Harga Kaki Lima di D’Cost Seafood
Harga makanan di D’Cost Seafood tergolong murah untuk restoran berkelas seperti ini. Bahkan untuk nasi putih, dengan cukup membayar Rp. 1.000,- per orang Anda dapat memesan nasi sepuasnya sampai Anda benar-benar kenyang tanpa dikenai biaya tambahan. Untuk minuman seperti teh tawar dan es teh tawar, Anda juga dapat mengisi ulang minuman Anda sepuasnya dengan cukup sekali bayar yaitu Rp. 100,- untuk teh tawar dan Rp. 250,- untuk es teh tawar per orang minum sepuasnya.
Di daftar menu yang disajikan, Anda dapat melihat berbagai menu yang diurut berdasarkan harga. Menu dibagi dua yaitu makanan dan minuman. Untuk menu makanan, harga termurah yaitu Rp. 1.000,- hingga paling mahal Rp. 52.800,-. Sedangkan untuk menu minuman, harga termurah adalah Rp. 100,- hingga yang paling mahal Rp. 5.000,- untuk berbagai jus.
D’Cost Seafood
Jam Buka Siang: 11.00 – 15.00
Jam Buka Malam: 18.00 – 22.00
Harga per Menu: Rp. 100,- hingga Rp. 60.000,- Terdapat di beberapa kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Solo, Denpasar, Makasar, Pekanbaru dan Banjarmasin.
Jakarta
- Jl. Kemang Raya 84
Jakarta Selatan
Telp: (021) 7179 2661, 7062 1609 - Sports Mall Kelapa Gading
Lt. 2 Blok B7/15
Jl. Kelapa Nias HF 3
Jakarta Utara
Telp: (021) 285 07708 - Jl. Pahlawan 1000
Gedung Ocean Park Blok K 1-9
Bumi Serpong Damai (BSD)
Tangerang
Telp: (021) 538 9709 - Bekasi Square Lantai UG
Jl. Ahmad Yani
Bekasi Barat
Telp: (021) 824 31567 - Mall Citra Gran unit 9-12a, Cibubur
Jl. Alternatif Cibubur-Cileungsi Km 4
Telp: (021) 8459 3092 - Plaza D’BEST lantai 1
Jl. MH Thamrin, Cikokol
Tangerang
Telp: (021) 554 3307 - Gedung Electronic City Puri Indah
Jl. Puri Lingkar Luar Barat 108
Puri Indah, Jakarta Barat
Telp: (021) 5830 1988 - Atrium Segi Tiga Senen
Lantai Dasar Pintu 2
Jakarta-Pusat
Telp: (021) 351 0933 - ITC DEPOK lantai 1
Jl. Margonda Raya, Depok
Telp: (021) 7721 5076
Bandung, Jawa Barat
- Jl. Sukajadi No. 197
Telp: (022) 204 4200
Surabaya, Jawa Timur
- Middle Ring Road, Graha Famili Surabaya
Telp: (031) 734 2002 - Royal Plaza Lantai UG
Telp: (031) 827 1500
Solo, Jawa Tengah
- Solo Square Lantai 1 Unit 68-72
Telp: (0271) 765 1508
Banjarmasin
- Jl. Pulau Laut No. 14
Banjarmasin
Telp: (0511) 336 6363
Pekanbaru, Sulawesi
- Jl. Teuku Umar, Plaza Senapelan Lt. 4
Pekanbaru, Riau Telp: (0761) 839411
Makassar, Sulawesi
- Mall Panakkukang
Gedung C Lantai 3 Makassar
Telp: (0411) 466 2011
Denpasar, Bali
- Jl. Raya Puputan No.88
Renon, Denpasar, Bali
Telp: (0361) 798 2888, 798 3999
http://kumpulan.info/kuliner
D’Cost Seafood
Makin besarnya minat masyarakat untuk membaca buku, maka semakin menjamur pula penerbit-penerbit yang mengeluarkan produk buku-buku barunya, baik fiksi, nonfiksi, komik, dan lain-lainnya. Meskipun dalam penelitian dari sebuah lembaga survey internasional minat baca masyarakat Indonesia masih tergolong rendah, namun kesadaran akan pentingnya membaca kini sudah mulai tumbuh di berbagai lapisan masyarakat.
Membaca adalah jendela dunia, itulah kata sang bijak dalam memberikan motivasi orang untuk lebih mencintai membaca, karena dengan membaca kita bisa mengetahui segala informasi yang ada, baik itu informasi terbaru ataupun informasi yang terjadi pada masa lampau. Saat ini, kalangan mahasiswa dan pelajar menjadi golongan terdepan sebagai orang yang gemar membaca. Namun, dengan semakin tingginya harga buku yang beredar di pasaran, kini banyak kalangan yang mensiasati hal tersebut dengan menyewa di berbagai tempat persewaan buku.
Fenomena tersebut menjadikan sebuah peluang anternatif untuk memberikan fasilitas bagi mereka yang suka baca dengan mendirikan taman bacaan.
Untuk memulai usaha ini, kita bisa menyewa tempat yang strategis setidaknya seluas 3 x 3 meter, atau lebih jika koleksi yang akan kita pajang sangat banyak. Kemudian kita bisa menghubungi penerbit atau agen distibutor, atau bahkan membeli dengan datang langsung ke toko-toko buku untuk mebeli novel, komik, dan buku-buku lain sebagai persediaan awal. Namun jika kita inginkan buku dengan harga yang lebih murah, baiknya kita membelinya sendiri langsung di penerbit.
Kunci sukses dalam usaha ini adalah kelengkapan koleksi komik, novel, dan buku-buku lainnya. Ataupun kita bisa memberikan diskon kepada konsumen dengan memberikan kesemaptan untuk menjadi anggota di taman bacaan. Sehingga, pelayanan dan koleksi terbaru buku-buku kita akan menjadi kunci terpenting dalam membuka usaha ini.
Analisa Ekonominya:
Modal Awal
Tempat 5.000.000
Membeli komik dan novel 10.000.000
Rak 3.000.000
Komputer dan printer 4.000.000
Total 22.000.000
Biaya Operasional
Membeli komik, novel, dan majalah 2.000.000
Gaji pegawai @800.000 1.600.000
Listrik 200.000
Total 3.800.000
Omzet per bulan 7.000.000
Laba per bulan 3.200.000
Masa Kembali Modal ± 7 bulan
(Modal Awal: Laba Per Bulan )
Diolah dari berbagai sumber
Sumber gambar : http://wilis.blogdetik.com/files/2008/06/ruang-baca-anak.jpg
http://bisnisukm.com
NAMANYA Sugiran (41). Lelaki paruh baya ini sederhana, tidak menunjukkan bahwa ia seorang pengusaha yang sukses untuk jenis pengolahan kertas menjadi sebuah tas. Bahasa kerennya disebut Sugiran sebagai usaha Design Paper Bag.Suatu siang, kami ke sana lagi. Ia begitu sibuk dengan kertas dan lem di tangan Belepotan.
Awalnya Sugiran hanya nekat mencoba membuat tas dari kertas, memenuhi permintaan sebuah perusahaan kaos oblong. “Dua hari saya nggak bisa tidur,” ujarnya. Sebab Sugiran sendiri belum tahu cara yang tepat membuat Design Paper Bag. Lantas dari hanya coba-coba, ia pun membuat sample dan Design Paper Bag. Masih saja keliru. Hingga beberapa hari ia terus membuat sampel. Sampai akhirnya Sugiran menemukan aspek yang mampu memberi kekuatan pada Custom Paperbag bikinannya. Rapi dan tak mudah sobek.Bertekunlah Sugiran dengan kertas-kertas sebagai bahan dasar Design Paperbag.
Ia pun mulai hapal betul, kertas apa saja yang hasilnya menjadi bagus. Hasil pertamanya waktu itu ia belikan peralatan sablon. Aktivitas ini pun mengharuskan Sugiran lebih banyak belajar sablon. Bisa ditebak, banyak kesalahan yang dilakukannya. Mulai dari tebal tipisnya cat yang kurang bahkan kerusakan kain screen. Namun dari sinilah Sugiran berhasil melampauinya. Sedikit demi sedikit, Sugiran berhasil memperoleh hasil maksimal dari kerja kerasnya. Paperbagnya terkenal kuat dengan hasil sablon yang cukup bagus (lihat Paper Bag Design).
Hanya saja, menurut Sugiran, ia tak pernah risau dengan model manajemen pengelolaan usahanya. Awalnya asal cukup untuk kebutuhan keluarga dan diputarkan kembali sebagai modal, hal itu sudah cukup baginya.Suatu sore di rumahnya, beberapa ibu-ibu tengah asyik melipat kertas dan menempatkan kertas yang lebih tebal lagi ke dalam lipatan Paper Bags Custom.
Urutannya, usai sablonan mengering, kertas persegi panjang yang memiliki garis bantu lipat kemudian dilipat sesuai garisnya. “Lipatan harus siku,” kata Sugiran menjelaskan. Kalau tidak siku, jelasnya lagi, akan cepat lecek dan tidak ada kekuatan pada paperbag tersebut. Usai dilipat barulah direkatkan memakai lem kertas adonan sendiri. Perlakuan penempelan kertas ini pun harus serapi mungkin. Sebab, jika tidak demikian, kertas akan terlihat melenceng dar igaris lipatan semula.
TumpukanPaper Bags Custom yang tinggal diberi tali pegangan itu menggunung menempel ke tiap dinding rumah Sugiran. “Pandangan yang biasa,” ucapnya pelan. Di sini segala kertas berarti kreativitas yang harus bisa diubah hingga berbunyi uang. Saking hapalnya dengan kertas yang baik maupun yang berkualitas, Sugiran memberi nama anak keduanya dengan Kiki. Sekarang anak itu baru kelas dua sekolah menengah pertama di Yogyakarta. “Dari nama sebuah buku yang bagus,” ungkapnya dengan tersenyum. Kebersahajaan Sugiran adalah satu dari sekian banyak orang-orang sukses yang masih menyisakan keberasalannya (Paper Bag Design).
nhudaeffendi.wordpress.com
Usaha ini memamg bisa dibilang gampang sekali dilakukan. Kita hanya perlu mengambil produk barang atau kulak ke pedagang besar, grosir misalnya kemudian menjualnya lagi ke konsumen.
Walaupun keuntungan yang didapat dari tiap jenis barang tidak begitu banyak, namun jika semakin banyak barang yang kita jual tentulah keuntungan yang didapatkan akan semakin banyak pula.
Begitu pula yang dilakukan Tunik Riwayanti yang akrab dipanggil dengan mbak Tunik. Ibu dengan 4 orang anak ini memang dari kecil menyukai usaha dagang, pekerja keras dan terbilang sangat ubet, kta orang Jawa.
Usaha dagang apa saja pernah ia lakoni. Bahkan dari usia yang cukup remaja jika sang nenek dan ibunya mempunyai barang dagangan, ia selalu meminta ijin untuk coba dijualnya ke teman-temannya dan ke beberapa orang. Itulah yang ia tetap lakukan sampai sekarang.
Mekanisme Usaha
Barang-barang yang ia ambil lalu dijualnya lagi sangat banyak jenisnya. Sprei, pakaian, koko muslim, sarung, daster batik, hingga sabun lulur merupakan barang dagangan adalannya. Barang ini ia ambilnya dari beberapa grosir, namun khusus untuk daster batik ia ambil langsung dari produsen yang kebetulan dikenalnya.
Untuk sekarang ini kebanyakan mbak Tunik mengambil barang sesuai dengan pesanan pelanggan. Namun jika ada barang yang dirasanya pasti laku terjual, ia berani untuk ambil dahulu.
Hal yang membuat mbak Tunik tetap eksis di usaha ini karena ia selalu menemukan barang dengan kualitas yang sama, namun harganya jauh dibawah harga toko. Bahkan jika ia mengambil keuntungan hingga 30.000 rupiah per jenisnya, harga pun masih tetap dibawah harga toko. Maka banyak dari para pelanggannya yang membeli barang darinya untuk dijual kembali.
Sebagai ibu rumah tangga, usaha ini sangat disukainya karena selain tidak terikat dengan waktu, ia juga masih tetap bisa mengurus anak-anaknya. Ia bisa menjual barang dagangannya sambil menjemput anaknya pulang dari sekolah. Bahkan diantara pelanggannya, banyak pula yang langsung datang ke rumahnya untuk mengambil barang yang mereka inginkan.
Sistem yang dipakai dengan grosir dimana ia mengambil barang yang akan dijualnya lagi adalah denga bayar dimuka atau sistem kulak. Walaupun diakuinya agak merasa kesulitan dalam permodalan untuk mengkulak barang pesanan, mbak Tunik selalu konsisten dan pantang menyerah dalam menjalankan usaha ini.
Pemasaran
Kebanyakan pembeli produk-produk yang dijualnya adalah teman-temannya, tetangga dan ibu-ibu dari teman anaknya sekolah. Banyak juga kenalan lain yang ditemuinya secara tidak sengaja baik dari teman, sahabat dari ibu teman anaknya atau dari pameran-pameran yang sering ia kunjungi guna melihat barang-barang dengan kualitas bagus yang bisa dijualnya lagi.
Mungkin memang karena bakat dagangnya dari kecil sehingga banyak sekali orang-orang yang membeli apa saja yang dijualnya.
Dalam menjual barang dagangannya ia membuat sistem yang fleksibel dengan melihat kondisi orang yang membelinya. Cash, bagi orang yang ia anggap sanggup untuk langsung membayar lunas, namun bisa juga bayar tempo 2 kali. Inilah yang membuat pelanggannya senang dan tetap membeli darinya daripada repot pergi ke toko.
Kendala dalam menjual barang dagangannya yang yang palimg sering ia temui adalah jika pembeli ingin menukar barang yang ia ambil karena warna yang mungkin kurang dusukainya.
Hal ini membuat mbak Tunik harus balik lagi ke tempat/grosir dimana ia megambil barang tersebut. Lebih repotnya lagi jika tidak ada sistem retur. Memang barang yang tidak bisa ditukar tersebut bisa dijualnya ke orang lain, namun itu membutuhkan waktu sehingga menjadikan modal terhenti.
Simulasi Keuntungan
Pemasukan
Penjualan 1 bulan
Sprei = 25 x Rp 120.000,00 = Rp 3.000.000,00
Baju = 40 x Rp 70.000,00 = Rp 2.800.000,00
Sarung = 50 x Rp 40.000,00 = Rp 2.000.000,00
Koko = 25 x Rp 75.000,00 = Rp 1.875.000,00
Sabun lulur = 20 x Rp 9.000,00 = Rp 180.000,00
Total pemasukan = Rp 9.855.000,00
Pengeluaran
Kulak per item
Sprei = 25 x Rp 110.000,00 = Rp2.750.000,00
Baju = 40 x Rp 60.000,00 = Rp 2.400.000,00
Sarung = 50 x Rp 30.000,00 = Rp 1.500.000,00
Koko = 25 x Rp 60.000,00 = Rp 1.500.000,00
Sabun lulur = 20 x Rp 7.000,00 = Rp 140.000,00
Total kulak barang = Rp 8.290.000,00
Transportasi = Rp 150.000,00
Total pengeluaran = Rp 8.440.000,00
Keuntungan bersih
Rp 9.855.000,00 – Rp 8.440.000,00 = Rp 1.415.000,00
http://bisnisukm.com
| Cara Sehat Jadi Perempuan
oleh: Koen Setyawan
|
Sinopsis Buku:
Di belakang sukses anak, ada seorang ibu
Di belakang sukses suami, ada seorang istri
***
Untuk tercipta sosok “superwoman”, perempuan perlu dibentuk sejak awal kehidupan. Bagaimana ia diasuh, siapa guru taman kanak-kanaknya, seperti apa sekolah pemulanya, siapa saja teman bergaulnya, apa corak lingkungan sosialnya, idealkah berat badannya sejak bayi, dan seberapa bergizi menu harian di meja makan ibunya.
***
Menjadi perempuan hebat tak hanya memberi nilai tambah untuk kemaslahatan diri sendiri. Dampak sosial kehebatan seorang perempuan berimbas pula pada kualitas keluarga. Anak yang unggul lahir dari keunggulan, dan kehebatan ibu yang mengasuh dan membesarkannya. Suami yang sukses datang dari istri yang dengan perkasa mengantarkannya. Sukses hidup perempuan melahirkan sukses hidup keluarganya.
***
Buku ini ingin melengkapi apa-apa bekal elementer yang mungkin terluput dari pengisian kantung pendidikan, kesehatan, dan penambah wawasan perempuan kita semenjak masih di kandungan ibunya.