Archive for December, 2009
Lantai Kayu Bermutu
Untuk mendapatkan Lantai Kayu yang bermutu dan sesuai dengan harapkan, maka fungsi material kayu tersebut maksimal, harus diperhatikan beberapa hal, diantaranya adalah harus memilih jenis kayu yang tahan cuaca dan rayap. Misalnya, kayu jati, eboni, besi atau ulin, damar laut, bangkirai, dan merbau. Selain itu harus di pastikan kayu yang digunakan memiliki kadar air yang sangat minimal. Karena kandungan air tinggi dapat membuat kayu menjadi memuai, susut, atau retak. Selain itu lakukan pula proses finishing dan pelapisan saat dengan zat anti rayap. Dan jika ingin memperoleh tekstur permukaan, pakailah pelitur atau vernis, bisa juga dengan mengecatnya dengan cat kayu.
Untuk Lantai Kayu akan lebih baik menggunakan kayu jenis solid, karena kayu solid tersebut tahan dari serangan rayap selain memiliki tekstur yang cantik. Selain itu buat susunan kayu yang seimbang dengan bidang furniture. Pemasangan Lantai yang memanjang bisa menggunakan susunan vertical, sedangkan yang melebar bisa horizontal. Susunan yang tepat memudahkan perletakkan furniture. Agar tampilan lantai kayu maksimal, sebaiknya pastikan kondisi muka lantai dasar rata dan rapi. Lantai tak rata bisa merusak kayu dan suasana ruang.
Untuk hasil yang maksimal harus dikerjakan oleh instaler yang profesional, dan untuk Pemasangan Lantai Kayutidak memerlukan waktu lama, karena hanya memerlukan waktu 1-2 hari.
Pemasangan Lantai Kayu tidak harus membongkar Lantai lama, seperti Lantai keramik, marmer, lantai semen ACIAN dan lantai kayu lama bisa di tumpuk dengan lantai kayu kita.
Pada dasarnya Lantai Kayu Parket hanya mampu atau bisa menahan air dari lapisan atas saja. Oleh karena itu pencucian lantai kayu tidak diperbolehkan, sangat di anjurkan untuk memakai alat pembersih lantai khusus. Pada dasarnya tumpahan air pada lantai kayu tidak terlalu bermasalah, asal sesegera mungkin dikeringkan (tidak ditinggalkan berhari-hari).
KELEBIHAN LANTAI KAYU
Kelebihan menggunakan Lantai Kayu Parket adalah, sejuk waktu panas, hangat waktu dingin, Indah & anggun, Nyaman Akrab, Tidak Masuk angin kalau ditiduri, Hygienic & Non Allergy, Tidak membongkar & merusak lantai awal. kondisi lapisan tidak sampai mengelupas (10 tahun garansi), Tahan noda & Tahan Gores (ada lapisan corundum crystal), Tidak berobah warna (10 tahun garansi), Tahan api rokok (ada lapisan corundum crystal), Tahan air & waterproof (lapisan atas laminate).
Selain tersebut diatas lantai Kayu Parket mempunyai banyak warna & corak untuk menyesuaikan dengan interior yang diinginkan, Tidak bau, tidak nempel debu & mudah dibersihkan, Mudah diperbaiki & diganti, Tidak luka parah kalau jatuh di atasnya, Tidak berisik pada saat diinjak, Tidak perlu diamplas, diwax/difinish ulang, Tapi di sambungan & tidak lengkung, Bernilai tinggi & ekonomis, Tidak lembab di ruang AC, Cocok untuk daerah tropis maupun pegunungan, Cocok untuk ruangan audio & video anda, Hemat waktu Pemasangan Lantai & pemeliharaan Lantai, Didukung accesories untuk keindahan ruangan anda, tidak perlu di tambah lapisan pelindung, tidak perlu membongklar lantai lama.
Selain itu, cara yang terbaik untuk perawatan lantai Kayu Parket bisa melalui petunjuk khusus yang direkomendasikan oleh pabrik Lantai Parket yang memproduksinya. Tapi secara umum untuk pembersihan dan pencegahan terjadinya kerusakan Lantai Parket di rumah.
http://ariefanwar.multiply.com
Furniture merupakan salah satu kelengkapan penting suatu bangunan. Desain interior yang baik, termasuk di dalamnya pemilihan furniture akan memberikan nilai tambah bagi sebuah karya arsitektur.
Berikut ini beberapa tips dalam memilih furniture.
Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah melakukan survey kecil-kecilan pada ruang dalam rumah yang akan diisi dengan furniture. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan diantaranya warna dinding, luas ruang, tinggi plafon, aksesoris ruang serta hal-hal lainnya yang menyangkut tema yang dipilih, misalnya tema klasik, mediterania, minimalis atau tradisional dan sebagainya. Hal ini untuk menciptakan keselarasan (harmonisasi).
Langkah kedua adalah menyesuaikan furniture dengan kebutuhan, fungsi dan luasan ruangnya. Untuk ruangan yang memiliki luasan cukup besar bisa lebih enak dalam memilih furniture design. Tapi perlu diingat bahwa ruangan besar tidak berarti bisa seenaknya meletakkan dan memilih furniture. Perlu konsisten terhadap tema yang dipilih sejak awal. Misalnya bisa menggunakan jasa architect furniture yang tepat untuk ruangan Anda.
Untuk ruang yang sempit (misal 3 m x 3 m ) bisa mempergunakan furniture yang terkesan ringan dan kecil. Furniture kecil bisa memberikan efek kelegaan pada ruangan tersebut. Sedangkan furniture design yang berkesan ringan memiliki arti bahwa furniture tersebut memiliki bentuk yang sederhana, tidak terlalu banyak bentuk-bentuk ukiran dan pernak pernik lain. Ruang kecil juga dapat terkesan besar bila jumlah furniture sedikit dan terdapat obyek dinding yang cukup besar (disini maksud saya bisa merupakan lukisan atau foto yang memenuhi salah satu dinding).
Langkah ketiga adalah menentukan warna home furniture. Furniture bisa dipadu-padankan dengan warna dinding. Dalam memilih warna perabot adalah dapat menggunakan dua cara, yaitu memilih warna yang senada dengan dinding (laras) atau berlawanan dengan warna dinding (kontras). Berikut ini dua contoh penyelesaian interior dengan mempergunakan 2 home furniture dengan warna selaras dan kontras.
Untuk pemilihan tema dapat disesuaikan dengan karakter diri dan keluarga Anda. Sebuah tema mencerminkan kepribadian pemiliknya dan penataannya pun haruslah konsisten.
http://19desain.multiply.com
Dibawah ini ada beberapa tips merawat mesin cuci :
1. Hindari memasukkan tangan ke dalam mesin cuci ataupun mesin pengering pada saat mesin beroperasi.
2. Letakkan mesin cuci jauh atau mesin pengering pakaian dari jangkauan anak atau tempat bermain anak.
3. Jangan Menyemprotkan air ke kontrol panel.
4. Hindari mesin cuci (pengering pakaian) dari sinar matahari langsung.
5. Hindari tempat yang lembab. Mesin cuci harus dibersihkan dari debu.
6. Gunakan detergen dan air sesuai dengan petunjuk pemakaian.
7. Setelah digunakan, matikan mesin dan cabut stop kontaknya.
8. Pakaian yang hendak dicuci hendaknya sesuai dengan kapasitas mesin cuci agar tidak merusak motor penggerak.
Secara garis besarnya mesin cuci dapat dikelompokkan menurut kepraktisannya yang biasanya terlihat dari jumlah tabung (drum). Mesin cuci yang tergolong praktis bertabung tunggal namun berfungsi ganda. Selain berfungsi sebagai wahana pencuci, tabung itu juga berfungsi sebagai pembilas dan sekaligus pengering pakaian cucian. Untuk memilih mesin cuci, tentukanlah kebutuhan. Ini akan terkait dengan kapasitas mesin cuci yang ada di pasaran, tipe dua tabung di pasaran tersedia pilihan mesin cuci dengan kapasitas dari 5 sampai 13 kilogram. Sedang tipe satu tabung, dari 6,2 sampai 12 kilogram. begitu juga dengan jenis lainnya misalnya pengering listrik maupun mesin pengering gas, dsb.
Yang kedua, kita bisa melihat material yang dipakai. Pastinya harus tahan karat dan anti serangan tikus. Ini penting karena biasanya dua kelemahan tadi yang sering jadi keluhan konsumen menengah ke bawah itu. Penting juga untuk melihat fungsi dan spefikasi yang ditawarkan.Makin canggih tentu makin mahal.Layanan servis dan purnajual tak kalah penting. Jaringan service yang tersebar di mana-mana tentu akan memudahkan Anda bila terjadi gangguan pada mesin cuci.
Selain itu jaminan kemudahan suku cadang juga jadi poin tersendiri. Disinilah praktisnya mesin cuci karena di nilai mampu mencuci berbagai bahan kain, mulai dari baju, celana jeans, sarung bantal, hingga bed cover. Selain dicuci, seluruh cucian juga langsung diperas hingga tinggal dijemur atau langsung dikeringkan, tergantung jenis mesin cuci yang dimiliki. Hemat tenaga sekaligus hemat waktu. Sehingga tak heran jika sekarang mesin cuci sudah menjadi barang elektronik yang wajib dimiliki.
http://19desain.multiply.com
Nesya menghela nafas panjang. Artikel yang baru saja dibacanya membuat hatinya kesal. Batinnya berbisik �Aku memang menitipkan anakku di tempat penitipan anak (TPA). BBM naik, tuntutan jaman semakin gila, salahkah bila aku bekerja? Walau lelah sepulang kerja, aku tetap mencuci popok bau anakku. Aku tetap menemaninya bermain, aku menyuapinya saat di rumah, dan aku mengajarinya banyak hal.
Aku menikmati semua itu, karena aku cinta anakku. Salahkah aku? Apakah tak pantas bila aku mendapat sebutan ibu yang peduli pada anaknya?� Sangatlah wajar bila membaca artikel di Suara pembaruan (8/3) berjudul �Perempuan, Apa yang Kau Cari?� membuat sebagian perempuan seperti Nesya menjadi kesal dan tersinggung. Mereka merasa dicurigai sebagai ibu publik yang tidak peduli pada anaknya. Motivasi mereka dalam bekerja diduga sebagai selubung dibalik keegoisan pribadi, kesoktahuan akan nasibnya di masa mendatang, dan sebagai langkah antisipasi agar terhindar dari kekerasan. Mereka merasa dianggap sebagai ibu yang maunya �tahu beres�. Jargon �yang penting kualitas bukan kuantitas� yang dianggap senjata andalan mereka (para ibu publik) pun dipertanyakan.
Sungguh, perasaan semacam itu tidaklah berlebihan. Apalagi tulisan tersebut tidak mengkhususkan ibu publik mana yang sebenarnya dimaksud. Niatan bekerja semua ibu publik�yang dianggap perempuan modern (berpendidikan)�dipertanyakan kejujurannya. Lazimnya sebuah pendapat, ada yang berhak merasa kesal, namun tak sedikit pula perempuan yang tercerahkan ketika menyimak tulisan tersebut. Membacanya membuat kaum perempuan ini memikirkan kembali pilihan yang telah diambilnya untuk bekerja. Mereka merenungkan kembali konsekuensi akibat meninggalkan anak-anaknya dalam pengasuhan orang lain.
Perbedaan pendapat tersebut memunculkan sebuah pertanyaan baru. Boleh-boleh saja mempertanyakan motivasi ibu dalam bekerja. Namun bukankah yang lebih mendasar adalah mencari jalan keluar dari permasalahan? Bukankah mencari solusi bagaimana agar para ibu bekerja semakin peduli pada pengasuhan anaknya lebih dibutuhkan? Karena, bagaimanapun sejarah tak bisa ditolak. Sejak awal abad ke 20, perempuan yang bekerja di ruang publik semakin banyak jumlahnya dan tak dapat dihindari. Di Indonesia, sejak Kartini menuntut persamaan hak dalam pendidikan kaum perempuan, ketika itulah peran ganda perempuan mulai menggeliat.
Kini, perempuan berhak dan bisa memilih hendak menjadi ibu seperti apakah ia. Ibu bekerja, ataukah �ibu 24 jam� (full time mother�FTM), semua sah-sah saja dan menjadi hal yang biasa. Mungkinkah semua kenyataan ini diubah? Faktanya lagi, banyak pula para FTM yang tak peduli pada pengasuhan anaknya. Berapa banyak para FTM yang hari-harinya disibukkan dengan arisan, rumpi sana-rumpi sini, ke salon itu dan ini, sementara pengasuhan anak seluruhnya dilimpahkan pada baby sister. Berapa banyak pula para ibu bekerja yang sepulang kerja tak kenal lelah tetap menyuapi anaknya, bermain bersamanya, dan membacakan buku untuknya. Ibu bekerja seperti ini, yang sangat peduli pada anak-anaknya, juga tak sedikit jumlahnya.
Ibu bekerja ataupun tidak bekerja, bukanlah hal yang menentukan kepedulian seorang ibu pada pengasuhan anak-anaknya. Bekerja atau tidak, bukanlah suatu jaminan seorang ibu telah menjadi ibu yang baik dan berhasil dalam pengasuhan anak-anaknya.
Permasalahan
Walaupun demikian, tak dapat dipungkiri bahwa tempat pengasuhan terbaik bagi anak tetaplah ibu. FTM, tentu saja memiliki peluang lebih banyak untuk memberikan pengasuhan terbaik bagi anak-anaknya. Namun bagi ibu yang memilih untuk bekerja, kesempatan untuk memberikan pengasuhan terbaik ini berkurang. Bahkan secara ekstrim beberapa pihak menyebut bahwa ibu bekerja adalah ibu yang telah tega menelantarkan anak-anaknya. Padahal ibu mana yang tak mencintai anak-anaknya.
Masalah ibu bekerja memang menjadi dilema yang tak pernah ada habisnya.
Kesulitan ekonomi, ingin aktualisasi diri, menghindar dari kekerasan, ingin tampak terhormat� dan beragam motivasi lainnya� boleh-boleh saja menjadi alasan ibu bekerja. Tapi, apapun motivasinya, ibu bekerja tetap menghadapi masalah sama. Mereka harus meninggalkan anak-anaknya dalam pengasuhan orang lain. Pengasuh anak (child-care) yang dipilih biasanya adalah kakek-nenek, pembantu, baby sister atau TPA.
Tentu saja memilih pengasuh anak bukan perkara mudah. Akhirnya banyak ibu bekerja yang asal saja memilih pengasuh, dan tidak dapat menjadikannya partner yang baik dalam proses pengasuhan anaknya. Belum lagi tenaga dan pikiran ibu bekerja yang sudah terkuras di tempat kerja. Waktu luang ibu bekerja akhirnya digunakan untuk beristirahat, dan ibu tak lagi menghiraukan anak-anaknya. Selain itu ibu bekerja kerap memiliki perasaan bersalah berlebihan lantaran menitipkan anaknya pada orang lain. Akhirnya perasaan bersalah tersebut malah mengakibatkan cara pengasuhan yang salah�contohnya terlalu memanjakan anak.
Masalah tidak hanya sampai disitu saja. Meninggalkan anak dalam pengasuhan orang lain juga menimbulkan kekhawatiran tentang tumbuh kembangnya di kemudian hari. Bagaimana dengan kecerdasan anak tersebut nantinya? Bagaimana pula dengan kedekatannya dengan orangtua dan tingkah lakunya kelak? Melihat kondisi diatas, ketimbang mempertanyakan keputusan ibu untuk bekerja, akan lebih baik bila membantu mencarikan jalan keluar bagi permasalahan tersebut. Dengan demikian diharapkan ibu bekerja tetap dapat menghasilkan anak yang berkualitas kelak.
Hasil Penelitian
National Institute of Child Health and Human Development (NICHD) di Amerika, telah meneliti masalah ibu bekerja yang menitipkan anaknya pada pengasuhan orang lain . Penelitian yang dilakukan terhadap 1000 keluarga ini ingin mendapatkan gambaran mengenai dampak penitipan tersebut terhadap perkembangan anak. Penelitian ini mewakili kesepakatan 29 orang peneliti ternama. Dengan bekerja sama, mereka terhindar dari bias�seperti bias terhadap pendapat yang mempertahankan bahwa ibu harus bekerja�yang sering terjadi pada penelitian sebelumnya.
Penelitian tersebut menemukan bahwa memberikan pengasuhan anak kepada pengasuh anak selain ibu, seperti kakek-nenek, TPA, pembantu, maupun baby sister, ternyata lebih banyak memberikan dampak negatif, walaupun ditemukan pula dampak positif. Penting dicatat bahwa pengasuh anak yang berkualitas tinggi setidaknya dapat mengurangi dampak negatif tersebut.
Pengasuhan anak berdampak pada perilaku. Semakin sering anak dititipkan pada pengasuhan orang lain sebelum usianya 4,5 tahun, ternyata akan semakin meningkatkan agresivitas dan ketidakpatuhan anak. Namun, dampak positif terlihat pada anak yang dititipkan di TPA berkualitas baik. Mereka cenderung memiliki kemampuan berbahasa yang lebih baik. Kemampuan mengingat dan kemampuan memecahkan masalah mereka pun cenderung lebih baik, bahkan bila dibandingkan dengan anak yang diasuh di rumah oleh ibunya. Pengasuh yang mempunyai kualitas pengasuhan yang baik ternyata akan meningkatkan kemampuan akademik anak dan membuat hubungan kedekatan ibu-anak menjadi lebih baik pula.
Adakah waktu yang paling aman untuk mulai menitipkan anak pada pengasuhan orang lain? Menitipkan anak full-time dibawah pengasuhan orang lain kala anak masih bayi akan menimbulkan dampak negatif dalam tingkah laku. Enam bulan pertama kehidupan seorang bayi adalah waktu terpenting untuk tidak memberikan pengasuhan bayi ke tangan orang lain selain ibunya. Sebuah penelitian lain menunjukkan bahwa ibu yang meninggalkan anaknya untuk bekerja lebih dari 30 jam seminggu, saat anak berusia 9 bulan, memberikan hasil test kognitif yang lebih rendah�sewaktu anak ditest pada usia 3 tahun.
Semakin besarnya pengasuhan anak bukan oleh ibunya juga mendorong rendahnya keharmonisan interaksi ibu-anak, munculnya perilaku bermasalah ketika anak menginjak usia dua tahun, dan rendahnya kedekatan hubungan di antara mereka. Ibu hanya dapat belajar peka kepada kebutuhan dan keinginan anak setelah meluangkan waktu yang cukup bersama anak setiap hari. Ibu dan anak tidak dapat membangun ikatan satu sama lain jika mereka saling terpisah. Berbagai dampak negatif, menurut penelitian NICHD, berkurang ketika anak memasuki taman kanak-kanak.
Penelitian tersebut juga berusaha menjawab pertanyaan tentang manfaat TPA bagi keluarga secara keseluruhan. Sudah sejak lama dibuktikan bahwa setiap anggota keluarga tidak berkembang secara vakum namun berkembang melalui interaksi dinamis dengan seluruh anggota keluarga. Pada sebagian keluarga yang mengalami kesulitan ekonomi atau memiliki suasana rumah yang kurang nyaman, tidak jarang anak kurang mendapat perhatian. Dalam situasi seperti ini, menitipkan anak di TPA akan memberi dampak positif. Di sini anak akan mendapat lingkungan dan perhatian yang lebih baik, dan di sisi lain sang ibu bisa bekerja untuk meningkatkan kemampuan ekonomi keluarga.
Solusi
Ketika ibu telah memilih untuk bekerja�apapun motivasinya�resiko yang muncul pun mestinya telah siap dipikul. Hasil penelitian menunjukkan adanya dampak negatif bagi anak yang pengasuhannya dialihkan pada orang lain. Hal ini sering menimbulkan perasaan bersalah pada ibu bekerja. Padahal rasa bersalah merupakan musuh ketentraman. Menurut sejumlah penelitian ketidakstabilan emosi ibu dapat berpengaruh buruk pada anak. Daripada terkungkung dalam perasaan bersalah yang sering timbul, jalan keluar terbaik adalah berusaha meminimalkan dampak buruk tersebut dengan menghunjamkan niat dalam diri untuk menjadi ibu bekerja yang semakin peduli pada pengasuhan anak-anaknya.
Kesadaran ini akan memunculkan komitmen dan tanggung jawab yang kuat pada ibu bekerja. Sehingga ibu bersedia berkorban apapun demi memberikan yang terbaik bagi anaknya, bahkan ketika ibu dalam kondisi lelah luar biasa. Ibu akan selalu proaktif dan menambah pengetahuan seputar pengasuhan anak yang terbaru lewat media apa saja. Karena, melalui pengetahuan yang selalu diperbaharui, komitmen dan tanggung jawab yang terkadang luntur pun akan selalu diperbaharui pula.
Hasil penelitian telah menyebutkan bahwa pengasuh yang memiliki kualitas pengasuhan yang baik dapat meningkatkan kemampuan akademik dan kedekatan antara ibu dan anak. Karena itu, siapapun pengasuh yang dipilih, �mendidik� partner pengasuhan untuk selalu memberikan lingkungan yang kondusif bagi anak akan memberikan dampak yang baik bagi anak. Contohnya, ibu dapat meminta pengasuh untuk membacakan buku bagi anak, mendongeng, berdoa, menjauhkan anak dari tontonan TV yang buruk, berkomunikasi positif, dan beragam pesan lainnya. Selain itu, tidak menitipkan anak sebelum anak berusia 6 atau 9 bulan pada pengasuhan orang lain merupakan tindakan penting yang dapat dilakukan untuk mengurangi pengaruh negatif bagi anak.
Jika ibu memilih TPA sebagai partner pengasuhan anak, ada beberapa syarat TPA yang harus dipertimbangkan, seperti lingkungan yang kondusif bagi perkembangan anak, perbandingan anak dan tenaga pengurus TPA, jumlah anak dalam satu kelompok, tenaga TPA yang terdidik dan terlatih, menu makanan yang benar serta kebersihan TPA tersebut. Dalam Suara Pembaruan (2/3), Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak, Seto Mulyadi, mengatakan agar orangtua harus menyadari bahwa TPA bukanlah tempat pengalihan tanggung jawab orangtua, tetapi hanya sebuah alternatif jalan keluar. Orangtua yang terpaksa menitipkan anaknya di TPA diharapkan untuk tetap menjaga kualitas komunikasi dengan anak-anaknya.
Pilihan menjadi ibu bekerja memang selalu membawa dilema. Melihat dampak yang ada dari penelitian diatas, dapat dikatakan bahwa keberadaan ibu dalam membesarkan anak-anaknya tetap tidak tergantikan oleh siapapun. Namun jika ibu terpaksa harus bekerja atau memang ingin bekerja, bukan berarti tak ada jalan keluarnya. Dengan mengetahui dampak buruk yang timbul dan solusi yang ada, mudah-mudahan akan membuat ibu bekerja semakin peduli pada pengasuhan anaknya. Sehingga ibu bekerja seperti Nesya tak ragu lagi untuk menyebut dirinya sebagai ibu yang peduli pada anaknya. (Agnes Tri Harjaningrum)
http://www.perempuan.com
Bagi pasangan suami istri, pencapaian kepuasan saat berhubungan intim merupakan salah satu perekat harmonisasi keluarga. Karena itu beragam cara kerap dilakukan agar memperoleh kepuasan tersebut.
Sayang, aktivitas dan rutinitas kerja sehari-hari tak jarang menyerap energi lebih sehingga membuat tubuh menjadi lebih lelah. Kondisi tubuh yang tidak fit tersebut ternyata menurunkan mood untuk berhubungan seks.
Konsultan seks, Naek L Tobing mengatakan seks merupakan aktivitas fisik yang memerlukan banyak energi dan stamina. Karena itu bila tubuh dalam keadaan lelah dan kecapaian, jangan heran bila tingkat libido menjadi menurun dan berkurang.
Setelah seharian lelah bekerja, pada malam harinya bantal yang empuk akan terasa lebih menggoda ketimbang menguras energi untuk berhubungan intim. Rasa malas pun akan cenderung mendominasi dibandingkan keinginan untuk berhubungan seks tersebut.
Nah, bila sudah begini hubungan suami istri bukan tidak mungkin akan menjadi renggang dan dapat berujung pada putusnya komunikasi, jangan sampai hal tersebut didiamkan berlarut-larut karena bisa menyebabkan perceraian.
Naek menyarankan untuk segera mengubah pola hidup agar tidak terlalu kelelahan dalam bekerja. Salah satunya dengan menjaga pola makan dan mengkonsumsi ginseng. Memang belum ada uji klinis mengenai manfaat langsung mengkonsumsi ginseng dengan peningkatan libido.
Namun dengan mengkonsumsinya badan akan terasa lebih segar dan secara otomatis memperbaiki keinginan (mood) untuk melakukan hubungan seks.
Saponin yang merupakan kandungan utama dalam ginseng atau disebut juga Ginsenosida atau Ginseng Glykosida mempunyai efek besar dalam mengurangi lemak, membantu penyerapan gizi dan memaksimalkan proses pencernaan makanan.
Selain itu senyawa ini juga mengaktifkan enzim di dalam sel guna mempercepat berbagai fungsi diantaranya metabolisme, meningkatkan energi dan stamina serta terbukti manjur untuk meningkatkan vitalitas dan pemulihan berbagai penyakit seperti kelelahan, lemah sekujur badan dan hilang nafsu makan.
Salah satu ginseng yang terkenal memiliki khasiat paling ampuh adalah ginseng Korea. Prof. Dr. Kim Si-Kwan dari Universitas Konkuk Korea mengatakan ginseng Korea atau Korean Insam mengandung saponin lebih banyak bila dibandingkan dengan ginseng dari Negara lain.
Di antaranya Ginsenosida Rh-2 yang cepat mengembalikan sel kanker menjadi normal kembali. Ginsenosida Rg3 yang mampu mengaktifkan pengendalian terhadap obat-obatan anti kanker dan melindungi sel otak. Ginsenosida Rf yang menekan rasa sakit pada sel-sel otak serta Ginsenosida RO yang merupakan anti peradangan, penangkal racun dan mengendalikan reaksi adhesif dari trombosit.
Saponin pada Insam Korea ini membentuk “H-901” selama metabolisme. Unsur ini sangat baik untuk menghindari pembiakan sel-sel kanker tanpa efek samping. Selain itu mengandung lebih banyak protein dengan suhu yang stabil.
Ginseng juga turut membantu penyembuhan gangguan sistem pernafasan, sistem peredaran darah dan sistem pencernaan. Efek Insam Korea dapat dimanfaatkan untuk hampir semua bagian dari tubuh manusia termasuk sebagai penguat nutrisi dan obat anti penuaan.
Tak hanya itu, Insam Korea juga berfungsi sebagai penambah darah, menormalkan denyut nadi, merawat paru-paru, menawarkan racun, menambah sekresi (cairan tubuh) menghilangkan dehidrasi, menghentikan diare dan yang paling penting menghilangkan keletihan fisik yang dapat mengganggu aktivitas seks dengan pasangan.
http://www.dunia-wanita.com
Written by Eva Wahyudi
“Makanlah secara seimbang”, rasanya istilah ini tak hanya milik orang dewasa. Sejak kecilpun, anak memerlukan keseimbangan nutrisi yang menunjang kecerdasan dan kesehatannya. Bagaimana mendapatkan nutrisi seimbang untuknya ? Nutrisi untuk otak sudah pasti menjadi prioritas para ibu ketika memilih makanan terbaik untuk si kecil. Beberapa zat penting yang telah banyak diteliti adalah AA dan DHA, kolin, taurin, dan iodium. AA dan DHA sebenarnya dapat dibuat tubuh dari asam lemak omega 3 dan. Jadi, ada baiknya asam lemak esensial ini ada dalam makanan sehari-hari. Komposisi yang seimbang tanpa berlebihan memungkinkan semua unsur nutrisi ini bekerja optimal membangun struktur otak yang menunjang kecerdasannya.
Seimbang Otak dan Prilaku
Ibu juga bisa mendukung keselarasan antara otak dan prilaku anak yang berhubungan dengan moodnya dalam belajar, konsentrasi, dan motivasi positif lewat nutrisi. Berbagai neorotrasmiter otak yang mempengaruhi perilaku anak juga membutuhkan nutrisi dalam produksinya. Contorhnya zat serotonin yang penting untuk memodulasi pola tidur, mood, stres, nafsu makan, dan kesadaran tinggi. Hormon yang diproduksi di otak ini dibuat dari triptofan, suatu asam amino yang ada dalam nutrisi sehari-hari. Sumber triptofan salah satunya adalah alfa-laktalbumin, yang secara alami ada dalam ASI.
Seimbang Daya Tahan Tubuh
Daya tahan tubuh diperlukan untuk menunjang kecerdasan otak si kecil hingga mampu mengeksplorasi dunianya semaksimal mungkin. Daya tahan tubuh salah satunya disumbang dari kecukupan vitamin dan mineral sehari-hari yang juga berperan sebagai antioksidan. Anak-anak yang kekurangan vitamin dan mineral ternyata lebih mudah sakit karena memiliki daya tahan tubuh yang rendah. Seimbangkan nutrisi otaknya dengan vitamin dan mineral yang akan membentengi tubuhnya dari penyakit. Vitamin dan mineral yang terbukti berguna untuk daya tahan tubuhnya adalah Vitamin A dan Provitamin A (beta karotin), Vitamin C Vitamin E, zat seng, selenium. Namun hati-hati, kelebihan vitamin dan mineral pun tak baik untuk si buah hati.
Seimbang Kesehatan Pencernaannya
Begitu pentingkah pencernaan dengan tubuh kembang si kecil? Pencernaan merupakan organ yang perlu dirawat karena berbagi nutrisi penunjang kesehatannya masuk pertama kali ke tubuh lewat organ ini. Bila organ ini sakit, bagaimana anak dapat memenuhi gizinya? Untuk itu, jangan lupa cantumkan nutrisi pelindung saluran cerna seperti prebiotik dan probiotik yang akan menyeimbangkan flora normal dalam saluran cernanya. Prebiotik telah terbukti turut membentengi saluran cerna dari serangan diare dan mengurangi risiko alergi. Prebiotik terbaik berasal dari ASI, dan sebagai alternatifnya, prebiotik banyak diambil dari fruktooligosakarida, galaktooligosakarida, dan inulin.
Seimbang Nutrisi lainnya
Untuk menunjang tubuh kembang anak secara fisik, pastinya anak membutuhkan makronutient yaitu karbohidrat, lemak, dan protein. Pertumbuhan tulang juga menjadi prioritas karena anak akan bertambah tinggi, yang dapat ditunjang lewat asupan kalsium, Vitamin D, Magnesium, dan berbagai mineral lain dengan komposisi seimbang.