Memilih bekerja full time tentu lebih memberi kepastian penghasilan, tapi waktu yang Anda siapkan mesti lebih banyak. Nah, jika Anda tergolong tipe orang lebih santai dan tidak terlalu terikat aturan, pilihan kerja part time mungkin lebih bagus. Hanya saja, uang yang bisa dibawa pulang Anda pertaruhkan; bisa kecil atau lebih besar.

Bekerja paruh waktu memang tidak mudah karena banyak tantangan yang harus dihadapi. Sebagai pekerja full-time, Anda bekerja 40 jam seminggu. Namun, setelah Anda memutuskan untuk bekerja paruh waktu, Anda mungkin akan mendedikasikan hanya 16 jam atau 24 jam dalam seminggu.

Selain gaji, jika Anda tidak berusaha untuk memupuknya, hubungan kerja Anda dengan teman-teman sekerja Anda tidak seakrab dulu, karena dengan berkurangnya waktu untuk interaksi dengan mereka, komunikasi juga menjadi kurang lancar. Tantangan berikutnya adalah datang dari rekan sekerja, terutama mereka yang pekerjaannya langsung berhubungan dengan pekerjaan Anda.

Jika ternyata atasan Anda memperbolehkan bekerja paruh waktu, mungkin saja ada teman sekerja yang merasa iri atau keberatan, karena mereka berpikir bahwa dengan berkurangnya waktu kerja Anda, otomatis sebagian pekerjaan Anda akan dibebankan kepada rekan satu tim Anda, padahal gaji yang mereka terima tetap.

Prasyarat Part Time

Di Amerika Serikat, menurut penelitian yang dilakukan Vivien Corwin, Thomas B. Lawrence, dan Peter J Frost, ada 10 persen tenaga profesional yang memilih alternatif kerja paruh waktu dan sukses menjalankannya. Namun penelitian ini juga membuktikan bahwa mereka yang sukses memiliki modal dasar untuk mengambil alternatif kerja paruh waktu, karena: prestasi kerja yang baik, hubungan kerja yang harmonis, pekerjaan dengan keahlian yang langka dan benar-benar dibutuhkan perusahaan, serta pengetahuan yang dalam tentang peraturan kerja perusahaan. Kombinasi keempat persyaratan tersebut merupakan faktor penting untuk menunjang keberhasilan kerja paruh waktu.

Strategi Sukses Part Time

Vivien Corwin, Thomas B. Lawrence dan Peter J. Frost dalam artikel mereka Five Strategies of Successful Part-time Work yang terbit di Harvard Business Review edisi Juli-Agustus 2001, mengemukakan lima strategi ampuh yang bisa ditempuh agar keputusan untuk bekerja paruh waktu bisa sukses untuk dijalankan yaitu: transparansi, dukungan senior management, pengaturan kerja yang jelas, kegiatan rutin yang jelas, dan usaha untuk mengingatkan rekan kerja akan eksistensi sang pekerja paruh waktu.

Kerja Proyek

Kerja penuh waktu (full time), Anda bekerja penuh waktu, maka itu artinya Anda karyawan suatu perusahaan tertentu yang punya kewajiban bekerja dari hari Senin hingga Jumat (atau Sabtu), dari awal higga akhir jam kerja. Karena itu, Anda mempunyai hak mendapatkan gaji, memperoleh tunjangan, dan fasilitas sesuai ketentuan perusahaan tempat Anda bekerja.

Jika Anda bekerja paruh waktu, berarti durasi kehadiran Anda di kantor tempat Anda tercatat sebagai karyawan tidak penuh. Misalnya, Anda hanya mempunyai kewajiban bekerja mulai pukul 09.00 hingga 12.00, tiga kali dalam seminggu. Dalam kondisi ini, Anda masih terikat dengan peraturan kantor tersebut, namun hanya digaji berdasarkan durasi waktu atau frekuensi kehadiran Anda. Namun, ada beberapa perusahaan tertentu yang memberikan fasilitas-fasilitas untuk para part-timer seperti yang didapat karyawan yang bekerja penuh.

Tetapi, jika Anda bekerja sebagai tenaga lepas, Anda benar-benar bekerja sebagai individu. Jika sebuah perusahaan membeli produk atau memakai jasa Anda sebagai freelancer, maka yang akan mereka bayar adalah produk atau jasa yang Anda berikan, bukan berdasarkan perhitungan berapa lama atau berapa sering Anda bisa hadir di kantor tersebut.

Sebagai tenaga lepas, Anda tidak bisa menerima tunjangan-tunjangan dan sama sekali tidak terikat berbagai peraturan perusahan. Dengan kata lain, si pengontrak tidak mau tahu bagaimana Anda menyelesaikan pekerjaan Anda, yang penting Anda memberikan hasil kerja sesuai dengan kontrak atau perjanjian yang telah disepakati.

Pekerjan freelance biasanya berbentuk proyek, yang sering kali ditawarkan dengan sistem tender. Sistem pembayarannya pun biasanya mengunakan sistem borongan, dalam arti tenaga lepas baru dibayar setelah ia menyelesaikan pekerjaannya. Namun ada juga yang dibayar dengan uang muka terlebih dulu dan sisanya dibayar setelah pekerjaan selesai dilaksanakan.

Sayangnya, bekerja freelance masih sering dipandang sebelah mata alias tidak keren. Selama ini hal-hal yang bersifat formal, termasuk pekerjaan, memang dianggap lebih hebat. Walaupun begitu, sekarang lebih banyak orang yang mencari pekerjaan yang bisa memberi banyak keleluasaan baik dari segi waktu, tempat, maupun prestasi. Ini didukung oleh teknologi, misalnya komputer dan Internet, yang memungkinkan orang bekerja di rumah tanpa harus datang ke kantor.

Berjiwa Entrepreneur

Kebebasan tampaknya menjadi alasan utama para freelancer. Prinsipnya, work hard, play hard. Maksudnya, antara bekerja dan melakukan kesenangan-kesenangan atau menikmati kehidupan pribadi sesuai keinginan mereka itu seimbang, karena segalanya mereka atur sendiri. Biasanya mereka adalah orang-orang yang ingin bebas berkarya, berekspresi, dan mempunyai dorongan untuk lebih mengembangkan keahlian di bidangnya.

Kebebasan juga menjadi keuntungan yang paling jelas yang bisa diperoleh seorang freelancer. Bebas dari ikatan, rutinitas, dan formalitas. Dia juga bebas mengatur sistem, strategi dan teknik kerja, walaupun dia tetap harus berpegang pada tenggat dan target yang ditentukan oleh pihak penyedia kerja. Para freelancer itu biasanya orang-orang yang mampu bekerja sendiri dan berani mengambil risiko.

Entrepreneurship atau jiwa wiraswasta, harus dijadikan spirit. Ini membuat Anda bebas, kreatif, berani mengambil risiko, dan sensitif terhadap lingkungan.

http://e-mombisnis.blogspot.com/

Random Posts

Leave a Reply

Pencarian
February 2012
M T W T F S S
« Dec    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
272829  
Waktu Sholat
    Waktu Sholat hari ini di
    ....
FavoriteLoadingTambah ke favorit