Posts Tagged ‘bisnis rumahan’
Basic keluarganya memang bisa dibilang handal dalam membuat berbagai jenis roti. Semenjak menginjak remaja ia memang senang sekali membuat roti. Ditambah wawasannya dari berbagai macam kursus di Jakarta hingga Singapura tentang seluk beluk membuat roti membuat ibu St. Nurhani mempunyai keinginan besar untuk membuat usaha roti kering ini.
Keinginannya bertambah kuat semenjak suami pensiun dari pekerjaannya dan dirinya tidak lagi aktif mengikuti berbagai macam kegiatan seperti dharma wanita di kantor suaminya bekerja dulu.
Kurangnya kesibukan menjadikannya mencari kesibukan baru yang dirasanya bisa mengisi waktu senggangnya. Dan tanpa disangka-sangka, kegiatan mengisi waktunya beruah hasil menjadi sebuah bisnis yang cukup mapan, membuat roti kering.
Awalnya, roti kering yang ia beri label “Pinisi” ini mulai dipasarkan pada tahun 1996 ke beberapa warung-warung dan temen-teman yang memesannya. Namun satu tahun kemudian setelah ijin depkes keluar, Pinisi memutuskan untuk masuk ke beberapa swalayan di daerah Jogja dan beberapa kota lainnya.
Berbagai Jenis roti yang ditawarkan oleh Pinisi adalah ada 25 macam jenis, yang paling banyak dipesan adalah castengel dan nastar. Maka dari itulah untuk dua kue tersebut lebih banyak dibuat variasi rasa dan bentuk.
Untuk castengel ada 3 jenis yakni castengel biasa dengan harga 30.000 rupiah, spesial 40.000 rupiah dan super 50.000 rupiah. Perbedaannya terletak pada komposisi bahan didalamnya dan banyaknya keju yang digunakan.
Untuk nastar dibuat lebih banyak variasi lagi yaitu sebanyak 10 jenis. Diantara adalah nastar colakta, spesial, kuning, mete, keju, glasur, coklat, nastar bentuk buah, ceri, dan kerang. Harga masing masing adalah 30.000 rupiah kecualai untuk colakca dan spesial yakni 35.000 rupiah.
Roti kering lainnya adalah kue salju, coco crunch, corn flakes, kenari keju, popy shape, coklat kacang. Harga dari masing-masing kue tersebut adalah 30.000 rupiah dan untuk sprite keju, coklat mete, brownies kering, serta kue cafetaria seharga 40.000 rupiah. Masing-masing roti dikemas dalam toples bening bundar seberat 500 gr.
Proses Pembuatan
Hampir semua adonan roti Pinisi diolah atau dibentuk menggunakan tangan manusia, cuma untuk nastar spesial, kerang dan sprite keju saja dibentuk menggunakan cetakan. Bahan baku yang digunakannya-pun diibuat dari bahan pilihan dengan mutu yang bagus karena ibu Nurhani sangat menjaga mutu kualitas hasil yang diperoleh.
Semua roti bisa bertahan selama 10 bulan walau dalam proses pembuatannya sama sekali tidak menggunakan bahan pengawet makanan. Khusus untuk nastar, karena ada bahan isian yaitu selai nanas, hanya bisa bertahan dalam waktu 6 bulan. Kunci rahasia ini terdapat pada teknik pembakaran yang tanak.
Bahan bahan dalam proses pembuatan roti adalah mentega, terigu, gula halus, room butter, sagu, corn flakes, coco crunch, susu kental, susu bubuk, telur dan selai nanas yang dibuatnya sendiri. Sedangkan alat utama yang digunakan adalah mixer untuk mengaduk bahan-bahan adonan roti dan 3 buah open besar yang dulunya dipesan khusus oleh ibu St. Nurhani ini.
Untuk open bisa menampung 4 rak besar yakni 1 adonan roti dengan hasil sebanyak 6 toples roti. Untuk satu jenis roti diolah oleh satu orang pekerja. Setiap harinya, satu orang pekerja bertanggung jawab untuk membuat 1 adonan roti, mengolah, membentuk sampai roti matang dan siap di tempatkan ke dalam toples untuk dipasarkan.
Hanya ada beberapa orang saja yang mampu membuat 2 adonan roti dalam satu hari. Pada proses pemanggangan untuk masing masing open ada tenaga khusus yang dipekerjakan.
Dalam membuat roti seperti nastar misalnya bahan yang digunakan adalah mentega dicampur dengan gula halus, telur, baking powder dan vanili dikocok menjadi satu. Jika ingin timbul rasa bisa diberi essence sesuai selera. Setelah itu barulah terigu dimasukkan sambil terus diaduk sampai adonan dapat dibentuk sesuai keinginan.
Sebelum dibentuk adonan diberi isi selai nanas dan diberi olesan kuning telur sebelum masuk kedalam open. Setelah itu adonan dipanggang hingga matang dan setelah dingin roti siap dimasukkan ke dalam toples.
Pemasaran
Roti Pinisi sangat memperhatikan kebersihan dalam proses pembuatan rotinya. Diantaranya adalah kebersihan bahan baku dan adonan yang dibuat, kebersihan tempat pada saat membuat roti, kebersihan si pengolah roti hingga kebersihan kemasan roti untuk siap dipasarkan.
Produk roti Pinisi hampir mengisi seluruh supermarket di daerah Jogja. Pelanggannya juga ada di daerah Wates, Bantul, Sleman, Wonosari, Klaten, Delanggu, Kartasura, Solo, Salatiga, Malang, Ambarawa, Secang, Ungaran dan hampir seluruh supermarket besar di daerah Semarang.
Selain itu ada juga satu orang yang mengambil produknya untuk di pasarkan didaerah Tegal, Pekalongan, Pemalang, dan Brebes juga sampai Jakarta.
Untuk pemesanan di rumah produksi, roti Pinisi selalu menggunakan sistem pembayaran cash. Dan untuk supermarket, sistem yang digunakan adalah konsinyasi (titip jual) sehingga pembayaran dilakukan dan diterima saat barang habis terjual.
Banyaknya produk dari Pinisi ini mengisi tiap supermarket tergantung dari besar kecilnya supermarket. Untuk supermarket kecil biasanya sekitar 50 toples, sdangkan untuk supermarket besar seperti Carefour, Ada Setia Budi Semarang, biasanya hampir diisi produknya sebanyak 500 toples. Omset penjualannya bisa mencapai 200 juta terlebih puasa menjelang hari raya Idul Fitri.
Simulasi Keuntungan
Pemasukan
Asumsi 1 hari produksi 150 toples @ Rp 30.000
Pemasukan = 150 x Rp 30.000= Rp 4.500.000
Pengeluaran
Per adonan per hari
Bahan baku = Rp 45.000
6 Toples : 6 x Rp 3.000 = Rp 18.000
Bahan bakar = Rp 5.000
Listrik dll = Rp 5.000
Tenaga = Rp 17.000
Pengeluaran per adonan =Rp 90.000
Total pengeluaran per hari = Rp 90.000 x 25 = Rp 2.250.000
Keuntungan perhari
Rp 4.500.000 – Rp 2.250.000 = Rp 2.250.000
http://bisnisukm.com
![]() |
101 Bisnis Rumahan Terbaik untuk Wanita
oleh: Priscilla Y. Huff
|
Sinopsis Buku:
Selama bertahun-tahun Priscilla Huff telah menjalankan bisnis dengan sukses dari rumahnya. Ia tahu bagaimana mengatur kehidupannya antara keluarga dan bisnis rumahannya. Bahkan, buku ini merupakan bukti dari kesuksesannya. Sekarang keahliannya tersedia bagi Anda. Mulai dari modal awal dan cara kerja sehari-hari sampai potensi pendapatan, panduan yang amat berharga ini meliputi topik vital seperti: Langkah awal memulai bisnis 101 bisnis rumahan terbaik bagi wanita:Bisnis yang melayani konsumen; bisnis yang melayani perusahaan; bisnis seni dan kreatif; bisnis hiburan; bisnis hijau; bisnis komputer dan mail order; distributor rumahan; waralaba rumahan, dan masih banyak lagi. Mencari dan menggunakan sumber-sumber penting, termasuk; lokal, daerah, dan sumber pemerintah; asosiasi bisnis dan profesional; buku dan publikasi lain.
Makin besarnya minat masyarakat untuk membaca buku, maka semakin menjamur pula penerbit-penerbit yang mengeluarkan produk buku-buku barunya, baik fiksi, nonfiksi, komik, dan lain-lainnya. Meskipun dalam penelitian dari sebuah lembaga survey internasional minat baca masyarakat Indonesia masih tergolong rendah, namun kesadaran akan pentingnya membaca kini sudah mulai tumbuh di berbagai lapisan masyarakat.
Membaca adalah jendela dunia, itulah kata sang bijak dalam memberikan motivasi orang untuk lebih mencintai membaca, karena dengan membaca kita bisa mengetahui segala informasi yang ada, baik itu informasi terbaru ataupun informasi yang terjadi pada masa lampau. Saat ini, kalangan mahasiswa dan pelajar menjadi golongan terdepan sebagai orang yang gemar membaca. Namun, dengan semakin tingginya harga buku yang beredar di pasaran, kini banyak kalangan yang mensiasati hal tersebut dengan menyewa di berbagai tempat persewaan buku.
Fenomena tersebut menjadikan sebuah peluang anternatif untuk memberikan fasilitas bagi mereka yang suka baca dengan mendirikan taman bacaan.
Untuk memulai usaha ini, kita bisa menyewa tempat yang strategis setidaknya seluas 3 x 3 meter, atau lebih jika koleksi yang akan kita pajang sangat banyak. Kemudian kita bisa menghubungi penerbit atau agen distibutor, atau bahkan membeli dengan datang langsung ke toko-toko buku untuk mebeli novel, komik, dan buku-buku lain sebagai persediaan awal. Namun jika kita inginkan buku dengan harga yang lebih murah, baiknya kita membelinya sendiri langsung di penerbit.
Kunci sukses dalam usaha ini adalah kelengkapan koleksi komik, novel, dan buku-buku lainnya. Ataupun kita bisa memberikan diskon kepada konsumen dengan memberikan kesemaptan untuk menjadi anggota di taman bacaan. Sehingga, pelayanan dan koleksi terbaru buku-buku kita akan menjadi kunci terpenting dalam membuka usaha ini.
Analisa Ekonominya:
Modal Awal
Tempat 5.000.000
Membeli komik dan novel 10.000.000
Rak 3.000.000
Komputer dan printer 4.000.000
Total 22.000.000
Biaya Operasional
Membeli komik, novel, dan majalah 2.000.000
Gaji pegawai @800.000 1.600.000
Listrik 200.000
Total 3.800.000
Omzet per bulan 7.000.000
Laba per bulan 3.200.000
Masa Kembali Modal ± 7 bulan
(Modal Awal: Laba Per Bulan )
Diolah dari berbagai sumber
Sumber gambar : http://wilis.blogdetik.com/files/2008/06/ruang-baca-anak.jpg
http://bisnisukm.com
NAMANYA Sugiran (41). Lelaki paruh baya ini sederhana, tidak menunjukkan bahwa ia seorang pengusaha yang sukses untuk jenis pengolahan kertas menjadi sebuah tas. Bahasa kerennya disebut Sugiran sebagai usaha Design Paper Bag.Suatu siang, kami ke sana lagi. Ia begitu sibuk dengan kertas dan lem di tangan Belepotan.
Awalnya Sugiran hanya nekat mencoba membuat tas dari kertas, memenuhi permintaan sebuah perusahaan kaos oblong. “Dua hari saya nggak bisa tidur,” ujarnya. Sebab Sugiran sendiri belum tahu cara yang tepat membuat Design Paper Bag. Lantas dari hanya coba-coba, ia pun membuat sample dan Design Paper Bag. Masih saja keliru. Hingga beberapa hari ia terus membuat sampel. Sampai akhirnya Sugiran menemukan aspek yang mampu memberi kekuatan pada Custom Paperbag bikinannya. Rapi dan tak mudah sobek.Bertekunlah Sugiran dengan kertas-kertas sebagai bahan dasar Design Paperbag.
Ia pun mulai hapal betul, kertas apa saja yang hasilnya menjadi bagus. Hasil pertamanya waktu itu ia belikan peralatan sablon. Aktivitas ini pun mengharuskan Sugiran lebih banyak belajar sablon. Bisa ditebak, banyak kesalahan yang dilakukannya. Mulai dari tebal tipisnya cat yang kurang bahkan kerusakan kain screen. Namun dari sinilah Sugiran berhasil melampauinya. Sedikit demi sedikit, Sugiran berhasil memperoleh hasil maksimal dari kerja kerasnya. Paperbagnya terkenal kuat dengan hasil sablon yang cukup bagus (lihat Paper Bag Design).
Hanya saja, menurut Sugiran, ia tak pernah risau dengan model manajemen pengelolaan usahanya. Awalnya asal cukup untuk kebutuhan keluarga dan diputarkan kembali sebagai modal, hal itu sudah cukup baginya.Suatu sore di rumahnya, beberapa ibu-ibu tengah asyik melipat kertas dan menempatkan kertas yang lebih tebal lagi ke dalam lipatan Paper Bags Custom.
Urutannya, usai sablonan mengering, kertas persegi panjang yang memiliki garis bantu lipat kemudian dilipat sesuai garisnya. “Lipatan harus siku,” kata Sugiran menjelaskan. Kalau tidak siku, jelasnya lagi, akan cepat lecek dan tidak ada kekuatan pada paperbag tersebut. Usai dilipat barulah direkatkan memakai lem kertas adonan sendiri. Perlakuan penempelan kertas ini pun harus serapi mungkin. Sebab, jika tidak demikian, kertas akan terlihat melenceng dar igaris lipatan semula.
TumpukanPaper Bags Custom yang tinggal diberi tali pegangan itu menggunung menempel ke tiap dinding rumah Sugiran. “Pandangan yang biasa,” ucapnya pelan. Di sini segala kertas berarti kreativitas yang harus bisa diubah hingga berbunyi uang. Saking hapalnya dengan kertas yang baik maupun yang berkualitas, Sugiran memberi nama anak keduanya dengan Kiki. Sekarang anak itu baru kelas dua sekolah menengah pertama di Yogyakarta. “Dari nama sebuah buku yang bagus,” ungkapnya dengan tersenyum. Kebersahajaan Sugiran adalah satu dari sekian banyak orang-orang sukses yang masih menyisakan keberasalannya (Paper Bag Design).
nhudaeffendi.wordpress.com
Usaha ini memamg bisa dibilang gampang sekali dilakukan. Kita hanya perlu mengambil produk barang atau kulak ke pedagang besar, grosir misalnya kemudian menjualnya lagi ke konsumen.
Walaupun keuntungan yang didapat dari tiap jenis barang tidak begitu banyak, namun jika semakin banyak barang yang kita jual tentulah keuntungan yang didapatkan akan semakin banyak pula.
Begitu pula yang dilakukan Tunik Riwayanti yang akrab dipanggil dengan mbak Tunik. Ibu dengan 4 orang anak ini memang dari kecil menyukai usaha dagang, pekerja keras dan terbilang sangat ubet, kta orang Jawa.
Usaha dagang apa saja pernah ia lakoni. Bahkan dari usia yang cukup remaja jika sang nenek dan ibunya mempunyai barang dagangan, ia selalu meminta ijin untuk coba dijualnya ke teman-temannya dan ke beberapa orang. Itulah yang ia tetap lakukan sampai sekarang.
Mekanisme Usaha
Barang-barang yang ia ambil lalu dijualnya lagi sangat banyak jenisnya. Sprei, pakaian, koko muslim, sarung, daster batik, hingga sabun lulur merupakan barang dagangan adalannya. Barang ini ia ambilnya dari beberapa grosir, namun khusus untuk daster batik ia ambil langsung dari produsen yang kebetulan dikenalnya.
Untuk sekarang ini kebanyakan mbak Tunik mengambil barang sesuai dengan pesanan pelanggan. Namun jika ada barang yang dirasanya pasti laku terjual, ia berani untuk ambil dahulu.
Hal yang membuat mbak Tunik tetap eksis di usaha ini karena ia selalu menemukan barang dengan kualitas yang sama, namun harganya jauh dibawah harga toko. Bahkan jika ia mengambil keuntungan hingga 30.000 rupiah per jenisnya, harga pun masih tetap dibawah harga toko. Maka banyak dari para pelanggannya yang membeli barang darinya untuk dijual kembali.
Sebagai ibu rumah tangga, usaha ini sangat disukainya karena selain tidak terikat dengan waktu, ia juga masih tetap bisa mengurus anak-anaknya. Ia bisa menjual barang dagangannya sambil menjemput anaknya pulang dari sekolah. Bahkan diantara pelanggannya, banyak pula yang langsung datang ke rumahnya untuk mengambil barang yang mereka inginkan.
Sistem yang dipakai dengan grosir dimana ia mengambil barang yang akan dijualnya lagi adalah denga bayar dimuka atau sistem kulak. Walaupun diakuinya agak merasa kesulitan dalam permodalan untuk mengkulak barang pesanan, mbak Tunik selalu konsisten dan pantang menyerah dalam menjalankan usaha ini.
Pemasaran
Kebanyakan pembeli produk-produk yang dijualnya adalah teman-temannya, tetangga dan ibu-ibu dari teman anaknya sekolah. Banyak juga kenalan lain yang ditemuinya secara tidak sengaja baik dari teman, sahabat dari ibu teman anaknya atau dari pameran-pameran yang sering ia kunjungi guna melihat barang-barang dengan kualitas bagus yang bisa dijualnya lagi.
Mungkin memang karena bakat dagangnya dari kecil sehingga banyak sekali orang-orang yang membeli apa saja yang dijualnya.
Dalam menjual barang dagangannya ia membuat sistem yang fleksibel dengan melihat kondisi orang yang membelinya. Cash, bagi orang yang ia anggap sanggup untuk langsung membayar lunas, namun bisa juga bayar tempo 2 kali. Inilah yang membuat pelanggannya senang dan tetap membeli darinya daripada repot pergi ke toko.
Kendala dalam menjual barang dagangannya yang yang palimg sering ia temui adalah jika pembeli ingin menukar barang yang ia ambil karena warna yang mungkin kurang dusukainya.
Hal ini membuat mbak Tunik harus balik lagi ke tempat/grosir dimana ia megambil barang tersebut. Lebih repotnya lagi jika tidak ada sistem retur. Memang barang yang tidak bisa ditukar tersebut bisa dijualnya ke orang lain, namun itu membutuhkan waktu sehingga menjadikan modal terhenti.
Simulasi Keuntungan
Pemasukan
Penjualan 1 bulan
Sprei = 25 x Rp 120.000,00 = Rp 3.000.000,00
Baju = 40 x Rp 70.000,00 = Rp 2.800.000,00
Sarung = 50 x Rp 40.000,00 = Rp 2.000.000,00
Koko = 25 x Rp 75.000,00 = Rp 1.875.000,00
Sabun lulur = 20 x Rp 9.000,00 = Rp 180.000,00
Total pemasukan = Rp 9.855.000,00
Pengeluaran
Kulak per item
Sprei = 25 x Rp 110.000,00 = Rp2.750.000,00
Baju = 40 x Rp 60.000,00 = Rp 2.400.000,00
Sarung = 50 x Rp 30.000,00 = Rp 1.500.000,00
Koko = 25 x Rp 60.000,00 = Rp 1.500.000,00
Sabun lulur = 20 x Rp 7.000,00 = Rp 140.000,00
Total kulak barang = Rp 8.290.000,00
Transportasi = Rp 150.000,00
Total pengeluaran = Rp 8.440.000,00
Keuntungan bersih
Rp 9.855.000,00 – Rp 8.440.000,00 = Rp 1.415.000,00
http://bisnisukm.com
Sungguh bukan langkah yang mudah untuk memulai usaha butik murah online. Terlebih yang awam di dunia tersebut. Tapi berwirausaha banyak dilakoni masyarakat belakangan ini. Alasannya beragam. Tetapi yang paling umum adalah untuk untuk menambah penghasilan. Inikarena penghasilan yang sudah ada seringkali dirasa tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Urusan modal butik murah adalah kendala yang kerap dihadapi orang yang akan membuka usaha. Saya ingat sekali, dalam sebuah seminar, seorang ibu mengeluhkan keterbatasan dana yang dimilikinya, padahal si ibu yang modis ini ingin sekali membuka butik sendiri. Kepada beliau saya sarankan untuk membuka butik murah online, alias butik di internet.
Kenapa butik murah online ? Selama ini anggapan orang kalau ingin membuka usaha hampir selalu identik dengan memilih lokasi baju butik murah yang strategis agar dagangan atau produk yang dijual laku. Tentunya dengan lokasi yang strategis seperti di pusat perbelanjaan, atau lokasi lain yang sering dilewati oleh calon konsumen baju butik murah. Jelas hal ini akan keluar uang yang lumayan banyak untuk menyewa atau membeli lokasi tersebut.
Belum lagi modal butik murah online yang besar juga perlu dipersiapkan kalau mereka ingin menyetok barang dalam jumlah yang besar. Dengan membuka butik murah online, modal yang anda perlukan cuma sebuah komputer di rumah, kemudian seseorang yang bisa menjalankannya. Sangat murah dibanding kalau anda harus membuka sebuah toko, gerai, counter, atau butik sendiri.
Bagaimana cara kerjanya? Gampang. Prinsipnya, anda hanya perlu membuka sebuah situs di internet, kemudian memasang gambar-gambar dari produk anda di situs tersebut, promosikan situs anda, undang sebanyak mungkin orang untuk masuk ke situs tersebut dan melihat gambar-gambar produk anda, kemudian mereka memilih produk apa yang ingin mereka beli, lalu terjadilah penjualan itu. Inilah yang disebut baju butik , yaitu butik yang baju butik dan produk-produknya dipasarkan secara online.
Lalu, apa yang harus diperhatikan dalam membuka butik murah online seperti ini? Pertama, sebaiknya anda sebagai pemilik butik mau untuk selalu meng-update diri terhadap yang mode yang sedang berkembang. Caranya dengan rajin mengikuti acara-acara di media elektronik, berlangganan majalah wanita, dan kalau perlu menghadiri eksebisi yang berkaitan dengan usaha butik yang dijalankan.
Kedua, karena sebuah butik online juga sangat bergantung pada barang yang dijual, maka ada dua tipe barang yang bisa dijual. Yang pertama, barang yang memang sedang in di masyarakat, dan yang kedua, barang yang belum in tapi diperkirakan bisa jadi in. Nah, kalau anda ingin bermain ‘aman’, anda bisa menjual barang-barang yang memang sedang disukai saja. Sudah pasti laku kan? Tapi kalau ingin jadi trendsetter, anda bisa menjual barang-barang model baru yang memang belum in di masyarakat.
Ketiga adalah ketika kita menjalankan bisnis butik online – apapun itu – cobalah untuk tidak hanya menjual barang, tapi juga usahakan untuk menjual pengalaman. Buat dan rancanglah sedemikian rupa halaman dan nama situs yang menarik agar mudah diingat oleh setiap orang. Buat agar setelah orang masuk ke halaman situs butik murah online anda, mereka akan ingat terus dengan situs butik anda karena mereka merasa mendapatkan pengalaman (seperti kemudahan dalam transaksi, desain web yang menarik, atau juga karena adanya forum konsultasi yang anda sediakan).
Tak heran, butik menjadi tempat bagi banyak orang untuk membeli barang-barang yang bisa memenuhi ‘nafsu’ mereka untuk tampil cantik dan menarik. Tentunya hal ini bisa kita manfaatkan dengan mengerti apa yang mereka inginkan, bukan?
Jadi, tertarik membuka butik murah secara online? Ayo, tunggu apalagi? Selamat berbisnis
ninjaijo.blogspot.com
