Posts Tagged ‘buta aksara’
BENGKULU–MI: Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan (Meneg PP) Meutia Farida Hatta mengatakan, jumlah penyandang buta aksara dari kalangan perempuan lebih banyak dua kali lipat jika dibandingkan dengan laki-laki.
Banyaknya perempuan yang masih buta aksara harus menjadi perhatian kita semua, kata Meutia yang juga Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Partai Keadilan dan Persatuan (PKP) Indonesia saat temu kader PKP Indonesia se-Provinsi Bengkulu, Sabtu (13/9).
Penduduk yang masih buta aksara saat ini sekitar 10,1 juta orang dan tersebar di berbagai provinsi termasuk Bengkulu. Dari jumlah itu sebagian besar merupakan perempuan.Tingginya jumlah peremuan buta aksara, menurut dia, tidak terlepas dari masih adanya kesejanjagan jender.
Agar jumlah perempuan buta aksara bisa terus ditekan,pemberdayaan peremuan harus menjadi prioritas dan didukung semua kalangan, katanya.
Perempuan, ujar Meneg PP, merupakan aset bangsa yang harus dipintarkan agar bisa lebih beperan aktif dalam pembangunan serta tidak menjadi beban baik bagi keluarga maupun negara.
Ia juga menegaskan, perempuan pintar tidak akan menjadi saingan bagi laki-laki tapi justru akan menjadi rekanan kaum laki-laki.
Menurutnya, iistri yang bodoh hanya akan menjadi beban karena tidak bisa berbuat apapun untuk mendukung suaminya. Sebaliknya, istri yang pintar akan menjadi rekanan bagi suami yang bisa memberikan pertimbangan dan saran bagi suami dalam mengarungi rumah tangga serta membantu mencukupi kebutuhan sehari-hari.
Meutia juga mengaku prihatin dengan masih tingginya angka kematian ibu melahirkan di Indonesia, yang salah satunya karena masih kurangnya pemberdayaan perempuan.
Saat ini, dari setiap 100 ribu ibu melahirkan sebanyak 307 di antaranya meninggal. Kondisi tersebut tidak hanya terjadi pada kalangan keluarga kurang mampu, tapi juga menengah ke atas.
Belum lama ini saya berkujung ke satu daerah yang tingkat kehidupan masyarakatnya sudah mapan. Saya tanya apakah masih ada ibu meninggal saat melahirkan, dan dijawab masyarakat minggu lalu ada bahkan dua orang, itu bukti masih kurangnya pemberdayaan perempuan, katanya.
Masalah kematian, lanjutnya, memang takdir tapi ada upaya untuk mencagahnya diantaranya memberikan asupan gizi yang cukup dan terus memnatau kondisi kesehatannya selama mengandung sampai melahirkan. (Ant/OL-01)
Sumber: Media Indonesia Online