Posts Tagged ‘Kesempatan perempuan1’
Makin besarnya minat masyarakat untuk membaca buku, maka semakin menjamur pula penerbit-penerbit yang mengeluarkan produk buku-buku barunya, baik fiksi, nonfiksi, komik, dan lain-lainnya. Meskipun dalam penelitian dari sebuah lembaga survey internasional minat baca masyarakat Indonesia masih tergolong rendah, namun kesadaran akan pentingnya membaca kini sudah mulai tumbuh di berbagai lapisan masyarakat.
Membaca adalah jendela dunia, itulah kata sang bijak dalam memberikan motivasi orang untuk lebih mencintai membaca, karena dengan membaca kita bisa mengetahui segala informasi yang ada, baik itu informasi terbaru ataupun informasi yang terjadi pada masa lampau. Saat ini, kalangan mahasiswa dan pelajar menjadi golongan terdepan sebagai orang yang gemar membaca. Namun, dengan semakin tingginya harga buku yang beredar di pasaran, kini banyak kalangan yang mensiasati hal tersebut dengan menyewa di berbagai tempat persewaan buku.
Fenomena tersebut menjadikan sebuah peluang anternatif untuk memberikan fasilitas bagi mereka yang suka baca dengan mendirikan taman bacaan.
Untuk memulai usaha ini, kita bisa menyewa tempat yang strategis setidaknya seluas 3 x 3 meter, atau lebih jika koleksi yang akan kita pajang sangat banyak. Kemudian kita bisa menghubungi penerbit atau agen distibutor, atau bahkan membeli dengan datang langsung ke toko-toko buku untuk mebeli novel, komik, dan buku-buku lain sebagai persediaan awal. Namun jika kita inginkan buku dengan harga yang lebih murah, baiknya kita membelinya sendiri langsung di penerbit.
Kunci sukses dalam usaha ini adalah kelengkapan koleksi komik, novel, dan buku-buku lainnya. Ataupun kita bisa memberikan diskon kepada konsumen dengan memberikan kesemaptan untuk menjadi anggota di taman bacaan. Sehingga, pelayanan dan koleksi terbaru buku-buku kita akan menjadi kunci terpenting dalam membuka usaha ini.
Analisa Ekonominya:
Modal Awal
Tempat 5.000.000
Membeli komik dan novel 10.000.000
Rak 3.000.000
Komputer dan printer 4.000.000
Total 22.000.000
Biaya Operasional
Membeli komik, novel, dan majalah 2.000.000
Gaji pegawai @800.000 1.600.000
Listrik 200.000
Total 3.800.000
Omzet per bulan 7.000.000
Laba per bulan 3.200.000
Masa Kembali Modal ± 7 bulan
(Modal Awal: Laba Per Bulan )
Diolah dari berbagai sumber
Sumber gambar : http://wilis.blogdetik.com/files/2008/06/ruang-baca-anak.jpg
http://bisnisukm.com
Usaha ini memamg bisa dibilang gampang sekali dilakukan. Kita hanya perlu mengambil produk barang atau kulak ke pedagang besar, grosir misalnya kemudian menjualnya lagi ke konsumen.
Walaupun keuntungan yang didapat dari tiap jenis barang tidak begitu banyak, namun jika semakin banyak barang yang kita jual tentulah keuntungan yang didapatkan akan semakin banyak pula.
Begitu pula yang dilakukan Tunik Riwayanti yang akrab dipanggil dengan mbak Tunik. Ibu dengan 4 orang anak ini memang dari kecil menyukai usaha dagang, pekerja keras dan terbilang sangat ubet, kta orang Jawa.
Usaha dagang apa saja pernah ia lakoni. Bahkan dari usia yang cukup remaja jika sang nenek dan ibunya mempunyai barang dagangan, ia selalu meminta ijin untuk coba dijualnya ke teman-temannya dan ke beberapa orang. Itulah yang ia tetap lakukan sampai sekarang.
Mekanisme Usaha
Barang-barang yang ia ambil lalu dijualnya lagi sangat banyak jenisnya. Sprei, pakaian, koko muslim, sarung, daster batik, hingga sabun lulur merupakan barang dagangan adalannya. Barang ini ia ambilnya dari beberapa grosir, namun khusus untuk daster batik ia ambil langsung dari produsen yang kebetulan dikenalnya.
Untuk sekarang ini kebanyakan mbak Tunik mengambil barang sesuai dengan pesanan pelanggan. Namun jika ada barang yang dirasanya pasti laku terjual, ia berani untuk ambil dahulu.
Hal yang membuat mbak Tunik tetap eksis di usaha ini karena ia selalu menemukan barang dengan kualitas yang sama, namun harganya jauh dibawah harga toko. Bahkan jika ia mengambil keuntungan hingga 30.000 rupiah per jenisnya, harga pun masih tetap dibawah harga toko. Maka banyak dari para pelanggannya yang membeli barang darinya untuk dijual kembali.
Sebagai ibu rumah tangga, usaha ini sangat disukainya karena selain tidak terikat dengan waktu, ia juga masih tetap bisa mengurus anak-anaknya. Ia bisa menjual barang dagangannya sambil menjemput anaknya pulang dari sekolah. Bahkan diantara pelanggannya, banyak pula yang langsung datang ke rumahnya untuk mengambil barang yang mereka inginkan.
Sistem yang dipakai dengan grosir dimana ia mengambil barang yang akan dijualnya lagi adalah denga bayar dimuka atau sistem kulak. Walaupun diakuinya agak merasa kesulitan dalam permodalan untuk mengkulak barang pesanan, mbak Tunik selalu konsisten dan pantang menyerah dalam menjalankan usaha ini.
Pemasaran
Kebanyakan pembeli produk-produk yang dijualnya adalah teman-temannya, tetangga dan ibu-ibu dari teman anaknya sekolah. Banyak juga kenalan lain yang ditemuinya secara tidak sengaja baik dari teman, sahabat dari ibu teman anaknya atau dari pameran-pameran yang sering ia kunjungi guna melihat barang-barang dengan kualitas bagus yang bisa dijualnya lagi.
Mungkin memang karena bakat dagangnya dari kecil sehingga banyak sekali orang-orang yang membeli apa saja yang dijualnya.
Dalam menjual barang dagangannya ia membuat sistem yang fleksibel dengan melihat kondisi orang yang membelinya. Cash, bagi orang yang ia anggap sanggup untuk langsung membayar lunas, namun bisa juga bayar tempo 2 kali. Inilah yang membuat pelanggannya senang dan tetap membeli darinya daripada repot pergi ke toko.
Kendala dalam menjual barang dagangannya yang yang palimg sering ia temui adalah jika pembeli ingin menukar barang yang ia ambil karena warna yang mungkin kurang dusukainya.
Hal ini membuat mbak Tunik harus balik lagi ke tempat/grosir dimana ia megambil barang tersebut. Lebih repotnya lagi jika tidak ada sistem retur. Memang barang yang tidak bisa ditukar tersebut bisa dijualnya ke orang lain, namun itu membutuhkan waktu sehingga menjadikan modal terhenti.
Simulasi Keuntungan
Pemasukan
Penjualan 1 bulan
Sprei = 25 x Rp 120.000,00 = Rp 3.000.000,00
Baju = 40 x Rp 70.000,00 = Rp 2.800.000,00
Sarung = 50 x Rp 40.000,00 = Rp 2.000.000,00
Koko = 25 x Rp 75.000,00 = Rp 1.875.000,00
Sabun lulur = 20 x Rp 9.000,00 = Rp 180.000,00
Total pemasukan = Rp 9.855.000,00
Pengeluaran
Kulak per item
Sprei = 25 x Rp 110.000,00 = Rp2.750.000,00
Baju = 40 x Rp 60.000,00 = Rp 2.400.000,00
Sarung = 50 x Rp 30.000,00 = Rp 1.500.000,00
Koko = 25 x Rp 60.000,00 = Rp 1.500.000,00
Sabun lulur = 20 x Rp 7.000,00 = Rp 140.000,00
Total kulak barang = Rp 8.290.000,00
Transportasi = Rp 150.000,00
Total pengeluaran = Rp 8.440.000,00
Keuntungan bersih
Rp 9.855.000,00 – Rp 8.440.000,00 = Rp 1.415.000,00
http://bisnisukm.com
Wanita, manusia yang diciptakan dengan bentuk fisik, sifat, serta karakter unik tersendiri.
Wanita.. secara fitrah atau kodrat, jelas.. sangat berbeda dengan kaum pria. Antara seorang wanita dengan seorang pria, masing-masing harus menyadari bagaimana dan untuk apa ia diciptakan.
Perbedaan antara wanita dan pria bukanlah sesuatu yang “tidak disengaja” oleh Sang Khaliq, tetapi perbedaan yang ada sesungguhnya adalah untuk saling melengkapi antara satu sama lain dalam kehidupan di muka bumi ini.
Perbedaan tidak menjadikan yang satu lebih tinggi derajatnya daripada yang lain, karena tinggi rendahnya derajat seseorang, baik pria maupun wanita adalah berdasarkan sehebat mana ketaatan mereka dalam menjalankan segala apa yang menjadi Perintah-Nya, serta sejauh mana menghindarkan diri dari apapun yang menjadi larangan-Nya.
Sementara itu, kewajiban mencari nafkah adalah menjadi tanggung jawab atau kewajiban dari seorang bapak atau suami yang notabene adalah dipegang oleh kaum pria. Dengan menjalankan kewajibannya itulah seorang pria, bapak atau suami dianggap sebagai imam di keluarganya atau qowwam bagi mereka para wanita.
Tetapi bagaimana dengan seorang wanita? Banyak sekali kita saksikan.. para wanita bekerja atau terjun untuk menekuni sebuah bisnis. Banyak diantara mereka yang melakukan pekerjaan atau bisnis bukan hanya untuk mencari penghasilan tambahan saja, tetapi tidak sedikit diantara mereka yang menanggung beban sebagai pencari nafkah demi kelangsungan hidup keluarganya. Apalagi bagi mereka yang single parent, atau ada pria diantara mereka tetapi penghasilannya tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, atau ia tidak bekerja dikarenakan sulitnya mendapatkan pekerjaan, apalagi banyak sekali perusahaan yang dengan alasan tertentu membatasi jumlah pekerja pria-nya lebih sedikit dibandingkan para pekerja wanita-nya.
Yaa.. mungkin selama alasan seorang wanita untuk bekerja atau menekuni sebuah bisnis itu bisa dibenarkan, dan selama pekerjaan atau bisnis itu baik serta bisa meringankan beban hidup keluarga, sesuai dengan fitrah atau kodrat kewanitaannya, serta ia pun bisa mengatur waktu antara pekerjaan, bisnis dan keluarganya, ..kenapa tidak?
Banyak pekerjaan atau cara bisnis yang bisa dilakukan oleh seorang wanita, bahkan bisnis yang bisa dilakukan dari rumah sekalipun.. sehingga bagi yang telah berumah tangga, ia bisa tetap menjadi seorang isteri di saat kapan saja suami merindukan, menjadi seorang ibu di saat anak-anak membutuhkan belaian kasih sayang, perhatian serta bimbingan.. apalagi seorang ibu bertugas sebagai “madrasatul ula”, sekolah atau pendidik awal bagi putera-puterinya.
Banyak peluang bisnis atau peluang usaha yang bisa diciptakan dengan melihat apa yang ada di sekeliling kita. Seperti apa kata seorang motivator kenamaan yang bernama Tung Desem waringin, bahwa:
“Apa yang kita lihat sebetulnya ‘sudah’ menghasilkan uang bagi seseorang yang lain, ataupun ‘bisa’ menghasilkan bagi orang lain, ataupun bagi kita”.
Itu berarti peluang bisnis atau peluang usaha ada dimana-mana, termasuk bagi para wanita atau ibu rumah tangga, banyak bisnis atau usaha yang bisa wanita lakukan dari rumah, seperti bisnis makanan dan minuman, bisnis kecantikan dan perawatan tubuh, bisnis cendera mata, jasa penerjemah serta penulisan artikel website, dan sebagainya.
Semoga bermanfaat..!!! (Cepi Nugraha)
Sungguh bukan langkah yang mudah untuk memulai usaha butik murah online. Terlebih yang awam di dunia tersebut. Tapi berwirausaha banyak dilakoni masyarakat belakangan ini. Alasannya beragam. Tetapi yang paling umum adalah untuk untuk menambah penghasilan. Inikarena penghasilan yang sudah ada seringkali dirasa tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Urusan modal butik murah adalah kendala yang kerap dihadapi orang yang akan membuka usaha. Saya ingat sekali, dalam sebuah seminar, seorang ibu mengeluhkan keterbatasan dana yang dimilikinya, padahal si ibu yang modis ini ingin sekali membuka butik sendiri. Kepada beliau saya sarankan untuk membuka butik murah online, alias butik di internet.
Kenapa butik murah online ? Selama ini anggapan orang kalau ingin membuka usaha hampir selalu identik dengan memilih lokasi baju butik murah yang strategis agar dagangan atau produk yang dijual laku. Tentunya dengan lokasi yang strategis seperti di pusat perbelanjaan, atau lokasi lain yang sering dilewati oleh calon konsumen baju butik murah. Jelas hal ini akan keluar uang yang lumayan banyak untuk menyewa atau membeli lokasi tersebut.
Belum lagi modal butik murah online yang besar juga perlu dipersiapkan kalau mereka ingin menyetok barang dalam jumlah yang besar. Dengan membuka butik murah online, modal yang anda perlukan cuma sebuah komputer di rumah, kemudian seseorang yang bisa menjalankannya. Sangat murah dibanding kalau anda harus membuka sebuah toko, gerai, counter, atau butik sendiri.
Bagaimana cara kerjanya? Gampang. Prinsipnya, anda hanya perlu membuka sebuah situs di internet, kemudian memasang gambar-gambar dari produk anda di situs tersebut, promosikan situs anda, undang sebanyak mungkin orang untuk masuk ke situs tersebut dan melihat gambar-gambar produk anda, kemudian mereka memilih produk apa yang ingin mereka beli, lalu terjadilah penjualan itu. Inilah yang disebut baju butik , yaitu butik yang baju butik dan produk-produknya dipasarkan secara online.
Lalu, apa yang harus diperhatikan dalam membuka butik murah online seperti ini? Pertama, sebaiknya anda sebagai pemilik butik mau untuk selalu meng-update diri terhadap yang mode yang sedang berkembang. Caranya dengan rajin mengikuti acara-acara di media elektronik, berlangganan majalah wanita, dan kalau perlu menghadiri eksebisi yang berkaitan dengan usaha butik yang dijalankan.
Kedua, karena sebuah butik online juga sangat bergantung pada barang yang dijual, maka ada dua tipe barang yang bisa dijual. Yang pertama, barang yang memang sedang in di masyarakat, dan yang kedua, barang yang belum in tapi diperkirakan bisa jadi in. Nah, kalau anda ingin bermain ‘aman’, anda bisa menjual barang-barang yang memang sedang disukai saja. Sudah pasti laku kan? Tapi kalau ingin jadi trendsetter, anda bisa menjual barang-barang model baru yang memang belum in di masyarakat.
Ketiga adalah ketika kita menjalankan bisnis butik online – apapun itu – cobalah untuk tidak hanya menjual barang, tapi juga usahakan untuk menjual pengalaman. Buat dan rancanglah sedemikian rupa halaman dan nama situs yang menarik agar mudah diingat oleh setiap orang. Buat agar setelah orang masuk ke halaman situs butik murah online anda, mereka akan ingat terus dengan situs butik anda karena mereka merasa mendapatkan pengalaman (seperti kemudahan dalam transaksi, desain web yang menarik, atau juga karena adanya forum konsultasi yang anda sediakan).
Tak heran, butik menjadi tempat bagi banyak orang untuk membeli barang-barang yang bisa memenuhi ‘nafsu’ mereka untuk tampil cantik dan menarik. Tentunya hal ini bisa kita manfaatkan dengan mengerti apa yang mereka inginkan, bukan?
Jadi, tertarik membuka butik murah secara online? Ayo, tunggu apalagi? Selamat berbisnis
ninjaijo.blogspot.com
Banyak alternative bisnis yang bisa dilakukan oleh seorang ibu rumah tangga. Kalau Anda memiliki hobby atau keahlian yang bisa menghasilkan income, itu bagus. Jika tidak? Bukan berarti tidak punya kesempatan untuk membantu menopang perekonomian keluarga. Jadi, CIPTAKAN kesempatan itu!
Bisnis Laundry adalah salah satu alternative yang mudah dan tidak memerlukan modal besar. Keahlian? Rasanya semua orang bisa melakukannya. Asal tahu caranya.
Market yang dituju tentu saja bukan hotel berbintang atau perusahaan besar yang membutuhkan mesin laundry yang cangih dan sangat mahal. Lihatlah di sekeliling kita, semua orang berganti pakaian setiap hari. Mereka semua adalah peluang. Pak Fen (mentor saya di Entrepreneur University) pernah mengatakan, selama orang di dunia ini masih memakai baju, bisnis laundry tidak akan pernah mati. Saya setuju!
Memulainya sangat mudah, karena mencuci dan menyeterika adalah salah satu tugas rutin setiap ibu rumah tangga, jadi hampir setiap ibu rumah tangga pasti tahu bagaimana memilah pakaian supaya hasil cucian bersih dan tidak saling melunturi. Begitu pula dengan cara menyeterika dan melipat agar pakaian yang sudah tersusun rapi tidak mudah kusut lagi.
Modalnya? Bukankah di rumah sudah ada mesin cuci, tempat menjemur dan alat setrika? Manfaatkan saja dulu yang ada di rumah. Beberapa perlengkapan tambahan seperti keranjang, hanger, dan kantong plastik bisa dibeli dalam jumlah sedikit terlebih dahulu. Karena seperti semua usaha yang baru berdiri, proses pengenalan ke calon customer butuh waktu dan bertahap.
Jika semua peralatan sudah tersedia, langkah selanjutnya anda membutuhkan brosur dan pamflet untuk menyebarkan pengumuman tentang usaha anda. Buatlah brosur yang sederhana tapi menarik. Penyebaran brosur dan pamflet harus tepat sasaran, siapa market yang anda tuju. Apakah pasangan muda yang dua-duanya bekerja, mahasiswa, pekerja pabrik, karyawan toko, karyawan kantor (tempat suami anda bekerja mungkin?) Tentukan jenis pelayanan laundry yang mengena untuk calon customer anda, apakah kiloan, satuan, atau bulanan
Agar bisnis anda bisa tetap bertahan, kunci pertama harus sabar. Pada saat awal, jangan kaget kalau pelanggan yang datang hanya satu atau dua orang. Tapi jika anda bisa menggaet hati mereka dan membuat pelanggan pertama anda merasa nyaman melaundrykan pakaiannya di tempat anda, dijamin dia akan merekomendasikan ke teman-temannya. Dan jika pada bulan keempat, kelima atau keenam pelanggan anda sudah mulai banyak, inilah saatnya anda merekrut karyawan. Jika ini tidak dilakukan, maka waktu anda akan tersita mengurus bisnis dan sedikit melupakan tugas utama anda sebagai ibu rumah tangga. Jangan terlalu berhitung untuk berbagi rejeki dengan orang lain. Aa Gym pernah mengatakan, “Saya tidak khawatir dengan gaji karyawan, sebanyak apapun jumlah mereka, karena setiap orang memiliki rejekinya masing-masing”.
Setelah memiliki karyawan dan jumlah pelanggan semakin banyak, bukan berarti semuanya akan selalu baik-baik saja. Masalah sekecil apapun akan selalu timbul di hadapan anda, dan itu adalah resiko dalam hidup. Jadi, selalu tingkatkan bekal anda dengan membaca buku, menambah relasi, mengikuti seminar atau pelatihan secara berkala. Karena kegiatan itu sangat bermanfaat untuk “mengasah pisau” kemampuan dan kemandirian kita.
Selamat berkarya!
Oleh :
Widyawati Irada
Owner Familia Laundry
www.familialaundry.com