Posts Tagged ‘rahasia perempuan’

Cowok Akan Menyanjungmu Bagaikan Dewi Nasihat Ayah untuk Anak Perempuannya

oleh: Philip Van Munching
> Pengembangan Diri & Motivasi » Remaja
> Orang Tua & Keluarga » Pendidikan Anak & Remaja

List Price :

Rp 42.500

Your Price :

Rp 36.125 (15% OFF)

Penerbit :

Gramedia Pustaka Utama

Edisi :

Soft Cover

ISBN :

9792228470;20407053

Tgl Penerbitan :

April 2007

Bahasa :

Indonesia

Halaman :

240

Ukuran :

13.5 x 20 cm

Sinopsis Buku:

Masa remaja bagi seorang remaja putri adalah masa yang cukup ruwet. Ada masalah cowok, seks, barang-barang branded, penampilan, teman yang tak setia, godaan dan bahaya yang mengancam di Internet, juga drugs, alkohol, dan tato. Sebagai mantan cowok remaja, dalam buku ini Philip Van Munching memberikan gambaran seperti apa seorang remaja putri dipandang oleh para cowok-cowok, juga oleh remaja putri lainnya (dia tahu hal ini karena dia juga bersahabat dengan beberapa teman perempuan).Dengan gaya tanpa menggurui, jenaka, namun berbobot, buku ini akan memberi wawasan yang lebih luas bagi remaja putri bagaimana menyikapi dan menghadapi tantangan yang muncul selama masa remaja agar menjadi pribadi yang percaya diri, mantap, dan sopan.

Momoye Mereka Memanggilku Momoye Mereka Memanggilku

oleh: Eka Hindra & Koichi Kimura
> Kisah Nyata » Inspirasional & Spiritualitas
> Biografi

List Price :

Rp 39.700

Your Price :

Rp 33.745 (15% OFF)

Penerbit :

Erlangga

Edisi :

Soft Cover

Tgl Penerbitan :

2007

Bahasa :

Indonesia

Sinopsis Buku:

Mantan Budak Seks Mencari Keadilan

Jika gambaran perbudakan seksual Jepang itu dikisahkan melalui film, buku yang berjudul Momoye, Mereka Memanggilku merupakan kisah nyata dari seorang korban perbudakan seks Jepang selama berkuasa di Indonesia. Ia adalah Ibu Mardiyem, salah satu korban kebuasan fasisme Jepang terhadap kaum perempuan yang dipaksa melayani nafsu seksual-nya. Momoye adalah panggilan Ibu Mardiyem sewaktu ia ditempatkan di sebuah asrama di Telawang, Kalimantan, sebuah “rumah bordil” yang khusus bagi tentara Jepang.

Ada 21 perempuan yang di tempatkan di asrama yang sama dengan tingkat penderitaan yang sama dalam bentuk yang berbeda dengan sang Momoye ( Ibu Mardiyen). Yang paling menyedihkan bagi sang Momoye barangkali adalah betapa tersiksanya melihat bayi yang dikandungnya harus digugurkan dengan cara yang tidak sehat dan mengenaskan. Setelah dua minggu diberi obat penggugur kandungan, ternyata bayi dalam kandungannya tidak juga keluar. Melalui bantuan seorang dokter Dayak, setelah ditekan, bayi keluar dan ditaruh di dalam baskom putih. Ia melihat bayinya masih hidup, tetapi ia tak bisa menyentuh bayinya karena seluruh badan sakit dan lemas sekali, sampai tangannya tak bisa digerakkan (hlm.58). Bu Mardiyem dan teman-temannya ada yang meninggal, badannya rusak,kena penyakit, disiksa, dipukul, ditendang dan dipaksa melayani hasrat seks dengan berbagai variasi gaya.

Membaca buku ini akan jelas bagaimana konsep “system perbudakan seksual militer Jepang” merupakan suatu mekanisme yang kejam dengan cara paksa menyediakan praktik-praktik seksual untuk para pegawai sipil dan prajurit-prajuritnya. Tidak hanya penderitaan fisik akibat perkosaan yang dilakukan secara sistematis selama bertahun-tahun, tapi juga derita batin yang dibawa sepanjang hidupnya.

Momoye tentu saja adalah salah satu potret buram yang ditorehkan Jepang dalam sejarah bangsa Indonesia. Namun, buku ini juga memberikan warna lain tentang keberadaan seorang perempuan yang kuat dan tabah. Momoye juga merupakan potret perjuangan seorang perempuan yang mencari keadilan, bukan demi dirinya sendiri, tetapi juga bagi dunia agar ketidakadilan serupa tak terulang dalam perjalanan hidup manusia.(RIH ).

oleh : NasrulAzwar

Pengarang : Kompas

Jadi aku hanya tersenyum simpul, dan pada saat itu seseorang bernama Alex menyela, ’Yah, kau tahu, sekali kau melewati usia tertentu…’” SIAPA itu Bridget yang rupanya menemukan kesulitan dalam menjawab pertanyaan: mengapa ia belum juga menikah? Bridget yang diilustrasikan ini bernama lengkap Bridget Jones. Ia adalah seorang perempuan berusia di atas 30 tahun.
Dalam novel, Bridget Jones memang digambarkan bukan dalam sosok perempuan yang ideal: cantik, langsing, cerdas, dan sukses. Bridget Jones adalah seorang perempuan gemuk, belum menikah padahal sudah berusia 32 tahun, tidak menyukai karier yang sedang ia jalani, seorang perokok berat, dan alkoholik. Perjuangan Bridget Jones’s dalam menjalani hidup dengan ketidaksempurnaan yang dimilikilah yang menjadi inti cerita dalam novel.
Meski novel karya Melissa Bank tidak sesukses Bridget Jones’s Diary, keduanya sama-sama mendapat sambutan baik pasar dan belakangan juga membawa angin baru dalam khazanah bacaan perempuan di dunia. Bridget Jones’s Diary dan The Girls’ Guide to Hunting and Fishing memang muncul sebagai dua buku yang sukses di pasar. Rupa-rupanya banyak perempuan perkotaan yang suka membaca kisah tentang para perempuan yang tidak sempurna ini.
Akhirnya, karena nuansa ketidakseriusan atau hiburan ini, para kritikus sastra menempatkan buku-buku yang populer ini ke dalam satu genre baru, yaitu chick lit, kependekan dari chick literature. Oleh para kritikus, kata chick dinilai lebih cocok digunakan ketimbang woman karena mengacu pada perempuan muda yang dinamis dan kurang serius.
Lebih jauh lagi, para pembaca juga dikatakan akhirnya merasa mampu mengaktualisasi diri sebagai bagian dari kehidupan modern yang memang diangkat di dalam chick lit. Selain dari sisi tema dan persoalan yang diangkat, menurut Intan Paramadhita, kesuksesan chick lit di pasar juga dipengaruhi dari teknik penuturan yang berbeda dengan gaya bertutur pada novel pada umumnya. Cerita-cerita pada chick lit, seperti dalam Bridget Jones’s Diary, banyak yang bertutur dengan gaya ke-”aku”-an, seperti seseorang bertutur dalam sebuah catatan harian.
Selain promosi melalui peluncuran buku, untuk memperkenalkan lebih lanjut, bentuk promosi lain yang dilakukan oleh Penerbit Gramedia Pustaka Utama untuk buku yang di sampul depan diberi slogan: being single and happy ini juga dilakukan dengan rutin mengirimkan resensi ke beberapa majalah perempuan. Alhasil, novel-novel chick lit ini di sini mendapat sambutan baik pasar. Empat judul buku yang diluncurkan pada bulan Maret 2003, Jemima J, Buku Harian Bridget Jones, Buku Harian sang Calon Pengantin, dan Pengakuan si Gila Belanja hingga kini telah mengalami cetak ulang dan terjual sebanyak belasan ribu eksemplar.

Diterbitkan di: Oktober 19, 2007

Pencarian
February 2012
M T W T F S S
« Dec    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
272829  
Waktu Sholat
    Waktu Sholat hari ini di
    ....